PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan tidak akan mundur dari pasar kendaraan listrik di Indonesia, meski diketahui motor listrik tidak dapat insentif lagi.Menurut Direktur Pemasaran PT AHM, Octavianus Dwi, insentif merupakan nilai tambah, tapi bukan satu-satunya penentu Honda dalam memasarkan unit ramah lingkungan."Kalau kami insentif itu kan menambah ya. Tapi kalau gak ada insentif kami harus memperkenalkan EV juga ke konsumen," kata Octa di Jakarta, belum lama ini. "Ya kita tetap memasarkan, memberikan experience, mempersiapkan infrastrukturnya.Strategi 'jemput bola' melalui program menarik pun disiapkan untuk memikat hati masyarakat."Ya kita tetap memasarkan, memberikan experience, mempersiapkan infrastrukturnya. Ya mudah-mudahan sesekali bikin program akan menarik," tambahnya.Saat ditanya apakah program tersebut berupa diskon, ia menjawab singkat, "Ya, ya," ucapnya.Tanpa bantuan pemerintah, pabrikan kini harus memutar otak. Honda melalui dealer-nya pernah memberikan kejutan lewat diskon fantastis untuk model Honda CUV e:. Bukan kaleng-kaleng, potongan harga yang diberikan mencapai Rp 35.187.000.Dengan banderol di angka Rp 19 jutaan, harga Honda CUV e: pun menjadi setara dengan motor matik entry level sejuta umat, Honda BeAT.Target produksi 2 juta motor listrik pada 2025 sudah ambyar total. Kini pemerintah memastikan tidak akan memberikan insentif motor listrik."Motor listrik enggak ada insentif tahun ini. [Sudah fix ya?] Tahun ini tidak diberikan insentif," tegas Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), dari total 6.412.769 unit motor yang terjual di Indonesia, segmen motor listrik berkontribusi kurang dari satu persen. Jika dihitung, angka penjualannya hanya berkisar di angka 50 ribuan unit.Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) sudah tidak mengharapkan kebijakan subsidi motor listrik dari pemerintah. "Kita sepakat tidak berharap lagi sama pemerintah, mau ada subsidi atau tidak, kita tetap jalan terus," ujar Ketua Asosiasi Sepeda Motor Listrik Indonesia, Budi Setiyadi.