Modifikasi motor listrik Honda Direktur Marketing AHM, Octavianus Dwi, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan kemungkinan menghadirkan motor listrik dengan harga di bawah model yang saat ini sudah beredar. Menurutnya, potensi pasar di segmen bawah masih sangat terbuka, terutama untuk konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun terbentur harga. GULIR UNTUK LANJUT BACA “Kita pertimbangkan masuk ke segmen yang lebih bawah. Tapi tentu kita lihat dulu apakah segmen itu sudah tepat untuk Indonesia atau belum,” ujarnya di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Saat ini, penjualan motor listrik Honda masih ditopang oleh model CUV-e dan ICON e:. Bahkan, CUV-e disebut menyumbang sekitar 60–70 persen dari total penjualan motor listrik Honda sepanjang tahun lalu. Meski harganya tergolong tidak murah, model tersebut dinilai mampu meyakinkan konsumen berkat performa dan jarak tempuh yang memadai untuk kebutuhan harian.Namun, AHM menyadari bahwa untuk mempercepat adopsi motor listrik secara masif, diperlukan pilihan produk yang lebih ramah di kantong. Karena itu, opsi menghadirkan model dengan banderol lebih terjangkau mulai masuk dalam kajian internal perusahaan. Octavianus menegaskan bahwa keputusan menghadirkan motor listrik murah tidak bisa dilakukan terburu-buru. Honda perlu memastikan kesiapan pasar, karakter konsumen, serta kecocokan spesifikasi produk dengan kebutuhan pengguna di Indonesia.“Kita tidak ingin hanya ikut-ikutan. Kita harus pastikan produknya benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen di sini,” tutur dia.Di sisi lain, pasar motor listrik di Indonesia masih berada pada tahap awal. Edukasi konsumen dan pengalaman berkendara dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong minat beli. AHM sendiri selama ini aktif menghadirkan berbagai program agar konsumen mau mencoba langsung sensasi menggunakan motor listrik. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Dengan mempertimbangkan masuk ke segmen harga lebih rendah, AHM tampaknya ingin mempercepat proses pembentukan pasar motor listrik, sekaligus memperluas basis pengguna di luar konsumen awal yang selama ini didominasi kalangan tertentu.Jika rencana ini terealisasi, bukan tidak mungkin motor listrik Honda akan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi AHM di tengah persaingan pasar kendaraan listrik roda dua yang kini diisi lebih dari 30 merek di Indonesia.