JAKARTA, KOMPAS.com – Beberapa hari terakhir hujan mengguyur wilayah Jabodetabek dengan intensitas yang tidak selalu deras. Namun di balik rintik hujan, ada risiko yang kerap disepelekan pengendara, terutama saat hujan ringan. Jalan yang hanya tampak basah justru bisa menjadi lebih licin dibanding saat hujan lebat turun sekaligus. Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Victor Assani, mengatakan hujan ringan berpotensi menciptakan permukaan jalan yang lebih berbahaya karena air bercampur dengan debu, pasir halus, dan sisa oli yang menempel di aspal. “Banyak orang pikir hujan deras yang paling bahaya. Padahal saat hujan baru mulai atau hanya gerimis, lapisan air tipis itu bercampur dengan kotoran di jalan dan membuat permukaan jadi sangat licin,” kata Victor kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026). Ia menjelaskan, secara teknis kondisi tersebut menyebabkan penurunan traksi ban. Ilustrasi berkendara motor saat hujan Air yang melapisi aspal menghalangi kontak langsung antara permukaan ban dengan jalan, sehingga daya cengkeram berkurang. Dalam kondisi seperti ini, mobil maupun sepeda motor lebih mudah kehilangan grip, terutama saat akselerasi dan pengereman. Risiko semakin besar ketika pengendara melakukan pengereman mendadak. Ban yang kehilangan traksi bisa langsung selip karena gaya gesek tidak cukup kuat menahan laju kendaraan. Situasi ini kerap terjadi di lampu merah atau saat kendaraan di depan tiba-tiba melambat. Karena itu, Victor mengingatkan pentingnya mengatur gaya berkendara sejak awal ketika hujan mulai turun. Mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta melakukan pengereman secara halus dan bertahap menjadi langkah paling sederhana untuk meminimalkan risiko. Selain itu, pengendara juga perlu lebih peka membaca kondisi jalan. Permukaan aspal yang terlihat mengilap, adanya bercak minyak, atau area yang banyak dilalui kendaraan berat patut diwaspadai. titik tersebut, potensi selip biasanya lebih tinggi. “Intinya jangan menunggu situasi darurat baru bereaksi. Saat hujan ringan mulai turun, anggap saja kondisi jalan sudah tidak ideal dan sesuaikan cara berkendara,” ujar Victor. Dengan meningkatnya curah hujan di kawasan Jabodetabek belakangan ini, kewaspadaan menjadi kunci. Hujan ringan memang terlihat sepele, tetapi justru di situlah risiko sering muncul tanpa disadari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang