Honda menegaskan masa depan motor listrik masih membutuhkan banyak masukan konsumen. Meski paling terakhir Honda punya WN7, motor sport listrik dengan tenaga besar dan jarak tempuh jauh, itu masih belum cukup. "Kita butuh masukan dari konsumen. Apa yang bagus, apa yang masih bisa dikembangkan, makanya kita fokus ke EV sekarang," ucap General Manager & Assistant Vice President Electrification Business Division Honda, Masayuki Hamamatsu, dikutip dari Motorcyclenews, Jumat (23/1/2026). Sebagai pabrikan sepeda motor terbesar di dunia, langkah Honda masuk ke segmen motor listrik berkapasitas menengah dinilai sangat signifikan. Namun, Hamamatsu mengakui spesifikasi WN7 saat ini masih harus terus ditingkatkan. Honda WN7 dipamerkan pada pameran otomotif EICMA 2025 Masatsugu Tanaka, Large Project Leader (LPL) WN7, mengatakan, pembanding utama motor listrik tetaplah motor bermesin bensin. "Idealnya tentu motor listrik di masa depan bisa memuaskan pengguna motor konvensional," kata Tanaka. Ia menyebut target jangka panjang Honda adalah jarak tempuh sekitar 300 Km dalam sekali pengisian daya dalam standar WMTC. "Spesifikasi seperti ini tentu membuat kita bisa menghasilkan motor-motor touring dengan jarak tempuh lebih jauh," kata Tanaka. Untuk tahap awal, Honda mengakui WN7 lebih cocok untuk penggunaan perkotaan, suburban, dan perjalanan singkat ke area pegunungan. "Tantangannya adalah kalau jarak tempuh semakin jauh, bobot makin berat. Kalau motornya berat, akan mengurangi keseruan berkendara," kata Tanaka. Sebagai informasi, Honda WN7 punya jarak tempuh sekitar 140 Km. Memang masih di bawah standar motor konvensional seperti Honda CB500 Hornet yang bisa menempuh dua kali lipatnya dalam satu tangki penuh. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang