Honda CUV e menjadi tulang punggung penjualan motor listrik Honda di Indonesia. Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Octavianus Dwi Putro mengatakan, CUV e masih menjadi model dengan kontribusi paling signifikan pada tahun lalu, disusul oleh Honda Icon e. Keterangan tentang kontribusi penjualan Ilustrasi motor listrik Honda Icon e: dan CUV e: di diler Wahana Honda “Kalau untuk tahun lalu CUV e masih. Kemudian Icon e juga. CUV e lumayan signifikan kontribusinya, mungkin 60–70 persen," ujar Octa yang ditemui di Jakarta, di IIMS 2026. Octa tak menampik penjualan motor listrik Honda meningkat karena adanya program diskon beberapa waktu lalu. Namun selain itu, keunggulan produk tetap jadi daya tarik utama. Seperti diketahui, pada pertengahan tahun lalu diler memberikan program diskon buat motor listrik. Peluncuran Honda ICON e: dan CUV e: di Jawa Barat Kemudian di IIMS 2026 jajaran motor listrik Honda juga diskon sampai Rp 24 juta. "Ya, ada faktor itu juga, tapi balik lagi, CUV e itu kan bahkan saya pun sendiri lakukan test ride langsung. Secara jarak dan performa tidak ada isu,” katanya. Meski demikian, Octa tidak merinci secara detail angka penjualan motor listrik Honda. Ia juga enggan membeberkan data penjualan motor listrik Honda secara keseluruhan pada tahun lalu. “Sudah double digit. Kayaknya pemainnya lebih banyak motor listrik mungkin total-total ada termasuk yang kecil-kecil di atas 30 pemain. Artinya kalau dibagi rata dengan market share yang dua digit itu lumayan,” kata dia. Sebagai gambaran pasar, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor listrik sepanjang 2025 berada di kisaran 17.000 hingga 17.100 unit. Icon e: diumumkan punya banderol rentang Rp 28 juta sampai Rp 32 juta. Adapun CUV e: harganya Rp 53 juta sampai Rp 61 juta. Dari data AISI tersebut, penjualan motor listrik Honda disebut menjadi yang paling dominan. Tiga model andalan, yakni Honda Icon e, EM1 e, dan CUV e, menyumbang sekitar 95 persen dari total penjualan motor listrik nasional. Dengan total pasar 17.000–17.100 unit, maka kontribusi 95 persen tersebut setara dengan sekitar 16.150 hingga 16.245 unit. Namun demikian, Octa kembali menegaskan alasan AHM tidak merilis angka penjualan secara resmi. “Begini, bukan saya tidak mau (buka angka), karena sumber datanya nanti bisa berdebat dengan itu makanya saya lebih baik tidak ada rilis yang resmi disitu, sebaiknya saya tidak mengumumkan,” ujarnya. “Beda dengan di asosiasi kita yang mengumumkan saya berani menyampaikan angka. Lebih ke sana ya. Mohon maaf susah ngomong kalau gitu,” kata Octa. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang