Honda Super One telah menjalani sejumlah uji coba di Indonesia. Lantas, akankah mobil listrik mungil tersebut dinamai 'Brio EV' di masa depan?Honda Super One punya dimensi kompak selayaknya mobil perkotaan. Kendaraan itu panjangnya 3.589 mm atau hanya 200-an mm lebih pendek dibandingkan Honda Brio. Itulah mengapa, kedua model tersebut kerap kali dihubung-hubungkan. Yusak Billy selaku Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) menegaskan, pihaknya belum menentukan nama final untuk mobil listrik yang mau dijual di Indonesia tersebut. Dia juga belum bisa memastikan apakah akan dinamai Brio EV atau tidak."Saya belum bisa menyebut nama (finalnya) ya. Kalau itu (Brio EV) kamu yang bicara ya," demikian respons Yusak Billy saat ditanya soal kemungkinan Super One menggunakan nama 'Brio EV' di Indonesia, Selasa malam (3/3).Honda Super One Foto: Septian FarhanBilly secara tak langsung mengatakan, nama produk bisa berbeda-beda di setiap negara. Sebab, penamaan produk biasanya berkaitan dengan strategi marketing perusahaan. Namun sekali lagi, soal kepastian nama final Super One, dia belum bisa bicara."Kita belum bisa bicara untuk nama ya. Kalau secara marketing names sih bisa aja. Tapi kita belum bisa disclose nama final (untuk Super One) apa," ungkapnya.Di kesempatan yang sama, Billy membenarkan Honda Super One akan meluncur di Indonesia tahun ini. Sebab, kendaraan itu sudah menjalani sejumlah uji jalan di Indonesia. Hanya saja, dia masih bungkam soal tanggal atau bulan peluncuran."Apakah mobil yang dites jalan itu yang terdaftar di Samsat? Jawabannya iya, memang sama. Jadi kalau sudah diuji coba di Indonesia, tentu kita punya rencana kongkret," kata dia.Honda Super One terpantau sudah terdaftar dalam laman Badan Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tahun 2026. Kendaraan itu didaftarkan dengan kode JG6 A EV ZZE yang nilai jualnya Rp 257 jutaan. Meski demikian, perlu dipahami, nilai jual bukan patokan harga resmi kendaraan.