Sosok mobil listrik kompak yang diduga kuat sebagai Honda Super One semakin dekat hadir di Indonesia, usai terdaftar dalam Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) DKI Jakarta. Dalam daftar NJKB tahun 2026 tersebut, tercantum kode JG6 A EV ZZE dengan nilai jual Rp 257 juta. Sehingga sejumlah spekulasi mengarah pada Super One, city EV mungil yang sempat dikaitkan sebagai calon 'Brio listrik'. Dikonfirmasi terpisah, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan bahwa kemunculan NJKB merupakan tahapan administratif dalam proses persiapan model baru. ONE Prototype, calon mobil listrik mungil Honda, sudah siap produksi massal, pertama dipasarkan di Jepang, kemudian menyusul negara lain. “Munculnya NJKB itu memang bagian dari proses administratif yang menunjukkan rencana konkret untuk sebuah model. Meski begitu, pendaftaran NJKB belum bisa dikaitkan dengan konfirmasi produksi ataupun waktu peluncuran,” ujar Billy kepada Kompas.com, Senin (2/3/2026). Meski demikian, Honda belum mengonfirmasi secara resmi nama model maupun detail spesifikasi final untuk pasar domestik. Performa dan Kapasitas Baterai Mengacu pada data saat pertama kali dipamerkan di Singapore Motor Show dan Japan Mobility Show, Honda Super One dibekali motor listrik bertenaga 95 PS atau setara 70 kW dengan torsi 162 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda depan. Secara konstruksi, platform yang digunakan memiliki basis serupa dengan Honda N-ONE e: yang dipasarkan di Jepang, meski dimensinya lebih besar dan tidak masuk kategori kei car. Soal jarak tempuh, Honda memang belum mengumumkan angka resmi. Namun, dengan kemampuan pengisian cepat DC dari 20 hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit, kapasitas baterainya diperkirakan berada di kisaran 29,6 kWh. Dengan tenaga yang lebih besar dibanding N-ONE e:, jarak tempuh Super One diprediksi sedikit di bawah 295 km versi WLTP. Interior Prototipe Mobil Listrik Kompak Honda Super-ONE Ada Mode Boost dan Simulasi 7 Percepatan Salah satu daya tarik utama Super One adalah hadirnya mode Boost. Fitur ini mengoptimalkan output motor listrik depan untuk memberikan sensasi akselerasi yang lebih responsif. Menariknya lagi, mobil ini menghadirkan simulasi perpindahan gigi 7 percepatan lengkap dengan suara mesin buatan melalui sistem Active Sound Control. Pendekatan ini mempertegas karakter fun to drive yang menjadi ciri khas Honda, meski kendaraan sepenuhnya bertenaga listrik. Untuk sektor kaki-kaki, konstruksinya tergolong sederhana. Suspensi depan menggunakan MacPherson strut dan belakang torsion beam. Rem belakang masih tromol, menandakan fokus efisiensi biaya tanpa mengorbankan fungsi dasar. Interior Premium, Lengkap Honda Sensing Masuk ke kabin, desain interior Super One tetap minimalis namun dibuat lebih premium. Jok depan mendapat peningkatan dari sisi penopang tubuh dan dibalut material kulit parsial. Fitur standar yang disematkan mencakup layar sentuh 9 inci Display Audio, sistem audio Bose delapan speaker, serta paket keselamatan aktif Honda Sensing lengkap. Pengembangan kabin juga diklaim tidak hanya mengejar efisiensi ruang, tetapi turut memperhatikan ergonomi untuk mendukung pengalaman berkendara yang menyenangkan. Interior Prototipe Mobil Listrik Kompak Honda Super-ONE Potensi Jadi EV Terjangkau Honda Di pasar global, Super One dikembangkan di atas basis yang sama dengan N-ONE e yang dijual sekitar 3,19 juta yen atau setara Rp 340 jutaan. Dalam pernyataannya di Jepang, perwakilan proyek menyebut Super One akan sedikit lebih mahal dibanding model tersebut. Namun, jika melihat nilai NJKB yang sudah terdaftar di Jakarta sebesar Rp 257 juta, muncul spekulasi bahwa Honda tengah menyiapkan strategi harga yang lebih kompetitif untuk pasar Indonesia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang