Perubahan regulasi MotoGP yang akan beralih ke mesin 850cc pada musim 2027 mendatang memicu diskusi mengenai arah pengembangan pabrikan. Meski transisi besar sudah di depan mata, pebalap Honda HRC Castrol, Joan Mir, menegaskan bahwa Honda tidak boleh "menganaktirikan" pengembangan motor RC213V yang saat ini sedang digunakan. Joan Mir bersama awak media nasional di acara Astra Honda Motor di Bali Mir menegaskan bahwa meskipun perubahan regulasi sudah di depan mata, Honda tidak boleh mengendurkan pengembangan motor RC213V yang digunakan saat ini. Baginya, mempertahankan momentum perbaikan performa adalah harga mati agar tim tidak kehilangan arah sebelum memasuki era mesin baru. "Saya tidak merasa tim akan menghentikan progres motor saat ini terlalu cepat. Penting bagi kami untuk mengakhiri periode ini dengan hasil terbaik. Kita harus membalikkan situasi sulit yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir sebelum memulai siklus baru," kata Mir di Bali, awal pekan ini. Menurut Mir, memiliki basis motor yang kompetitif pada akhir era 1.000cc akan menjadi modal yang krusial bagi Tim Honda HRC Castrol. Ia berargumen bahwa jauh lebih mudah untuk melakukan transisi ke mesin 850cc, jika berangkat dari motor yang sudah memiliki performa solid, daripada harus membangun proyek dari nol di saat kondisi tim masih terpuruk. "Filosofi tim Honda sudah tepat. Kami harus terus bekerja keras sekarang, karena motor yang kompetitif saat ini akan menjadi fondasi yang lebih baik untuk pengembangan mesin 850cc nanti. Fokus kami adalah menutup celah dengan rival secepat mungkin," jelas Mir. Langkah Honda HRC Castrol untuk terus mendatangkan tenaga ahli baru dan melakukan pengujian intensif menunjukkan komitmen pabrikan berlogo sayap mengepak tersebut untuk tetap menjadi penantang podium sebelum regulasi teknis MotoGP berubah total. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang