Booth Honda di GIIAS 2024 Hal tersebut terlihat dari jumlah pemesanan Prelude yang sudah mencapai 287 unit, sementara kuota yang tersedia untuk Indonesia tahun ini hanya 150 unit. Bahkan, Honda mengaku harus beberapa kali meminta tambahan alokasi unit langsung ke Honda Jepang karena pesanan awal langsung habis dalam waktu singkat. GULIR UNTUK LANJUT BACA Awalnya, Indonesia hanya mendapatkan jatah 40 unit. Namun karena respons pasar dinilai sangat positif, kuota kemudian ditambah 100 unit, lalu kembali ditambah 50 unit hingga total menjadi 150 unit untuk 2026.Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor mengatakan bahwa pihaknya kini mulai mempelajari potensi segmen konsumen premium atau middle-up yang ternyata masih memiliki pasar cukup kuat di Indonesia.“Memang kita selalu mempelajari segmen konsumen, termasuk kalau memang kondisi market untuk segmen middle-up itu baik, tentu akan terus dipelajari,” ujarnya di Jakarta belum lama ini.Fenomena ini menarik karena Prelude sejatinya bukan model mass market. Mobil sport hybrid tersebut hadir dengan karakter yang cukup spesifik, baik dari sisi desain, teknologi, hingga positioning harga. Namun justru karena keunikannya, mobil ini berhasil menarik perhatian loyalis Honda maupun konsumen yang mencari kendaraan berbeda dari model mainstream.Honda juga mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen pembeli Prelude di Indonesia merupakan loyalis merek Honda. Selain itu, mayoritas konsumennya berasal dari kelompok usia di atas 50 tahun yang memiliki kedekatan emosional dengan nama Prelude sebagai salah satu model legendaris Honda.Faktor heritage atau sejarah panjang Prelude menjadi salah satu alasan kuat mengapa mobil ini mendapat sambutan hangat. Honda menilai kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pasar Indonesia ternyata masih memiliki ruang untuk model global ikonik dengan pendekatan emosional dan eksklusif.Tidak hanya itu, Honda juga mulai membuka kemungkinan menghadirkan model-model global lain apabila respons pasar dinilai terus positif. Meski belum memberikan kepastian terkait produk apa yang akan dibawa, perusahaan mengaku sedang mempelajari potensi tersebut secara serius.Pihak Honda Jepang disebut turut memantau perkembangan pasar Indonesia, terutama setelah melihat antusiasme konsumen terhadap Prelude. Feedback dari konsumen Indonesia juga diklaim akan menjadi bahan evaluasi untuk strategi produk Honda ke depan. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA “Setelah mendapatkan feedback dari konsumen pertama di Indonesia dan melihat potensi market Indonesia, kami akan terus mempertimbangkan model baru di masa depan,” ujar perwakilan Honda dalam kesempatan yang sama.Kesuksesan Prelude bisa menjadi semacam tes pasar bagi Honda untuk membaca seberapa besar daya tarik mobil premium berkarakter kuat di Indonesia. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasar otomotif nasional akan kembali kedatangan model-model global legendaris Honda yang selama ini hanya menjadi impian para penggemarnya