Korps Lalu Lintas Polri memanfaatkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone Presisi untuk memantau arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Teknologi ini dioperasikan selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan kondisi lalu lintas di sejumlah ruas tol dan titik rawan kepadatan dapat terpantau secara real-time. Langkah ini dipimpin langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, yang memastikan teknologi tersebut telah melalui tahap uji coba sebelum digunakan secara luas. ETLE Drone siap kawal mudik Lebaran Pengawasan difokuskan pada simpul-simpul strategis seperti jalan tol, rest area, serta gerbang tol yang berpotensi mengalami perlambatan arus kendaraan. “ETLE drone memang sudah kita lakukan uji coba, khusus dalam Operasi Ketupat ini nanti akan kita gunakan memantau daerah-daerah yang rawan-rawan kepadatan, rawan-rawan perlambatan, di simpul-simpul jalan tol, di rest area, di gate tol, mungkin di Malang Raya dan Bali,” ujar Agus, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026). Salah satu kelebihan utama ETLE Drone adalah kemampuannya memberikan gambaran kondisi lalu lintas dari udara secara cepat dan menyeluruh. Sejumlah kendaraan melintasi KM 189 di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025/ siang. Berbeda dengan kamera statis, drone dapat bergerak mengikuti perubahan situasi di lapangan sehingga petugas bisa melihat pergeseran arus kendaraan secara langsung. “Di samping kita akan melihat traffic counting baik itu di tol, di rest area, drone juga akan memantau pergeseran flow kendaraan. Jadi nanti ada himbauan dari Korlantas, ganjil genap, nanti akan kita lakukan pengawasan melalui udara,” ucap Agus. Teknologi ini sebenarnya juga memiliki kemampuan untuk melakukan penegakan hukum secara elektronik. Namun selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, fungsi tersebut tidak menjadi prioritas. Direktorat Lalu lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah mencatat sekitar 30 pelanggaran setelah pihaknya menerbangkan drone. Penggunaan drone lebih difokuskan untuk pemantauan dan pengambilan keputusan cepat dalam pengaturan lalu lintas. Dalam operasionalnya, pengawasan udara akan menyasar sejumlah titik strategis di jalur mudik. Beberapa di antaranya berada di KM 29, KM 81, hingga sepanjang KM 70 sampai KM 414. Drone akan bergerak secara mobile dan terhubung langsung dengan Command Center Korlantas Polri. “Jalan tol ada beberapa titik yang nanti akan kita awasi, KM 29, KM 81, sepanjang KM 70 sampai KM 414 nanti akan mobile,” kata Agus. “Di samping dari Command Center juga akan kita pantau, tapi ETLE drone itu adalah bisa memberi gambaran real-time yang situasi pada saat itu,” ujar dia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang