Menghadapi lonjakan kendaraan saat mudik Lebaran, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiapkan berbagai teknologi untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar dan aman. Pemanfaatan teknologi canggih ini terpusat pada sistem pemantauan modern yang memungkinkan pengelola memantau kondisi jalan tol secara real time. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan bahwa pusat kendali lalu lintas yang dimiliki Jasa Marga saat ini merupakan salah satu yang terlengkap. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). “Ya, bahkan saya bisa mengeklaim bahwa ini adalah command center yang paling lengkap. Dan tidak hanya kamera sebagai bagian monitor, tetapi menggunakan teknologi radar. Jadi tidak mungkin kita 24 jam untuk melototin kamera,” kata Rivan di Kantor JMTC, Jatiasih, Bekasi (9/3/2026). Salah satu teknologi yang digunakan adalah radar untuk memantau pergerakan kendaraan. Teknologi ini dipasang di berbagai titik untuk memastikan data lalu lintas yang diperoleh lebih akurat. “Salah satunya itu supaya akurat, maka nanti ada radar. Nah di radar itu lebih dari 283 radar ini tersebar, bahkan tidak hanya di tol, di jalan arteri. Kenapa begitu? Karena yang mau masuk tol pun harus teridentifikasi,” ucap Rivan. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Selain radar, Jasa Marga juga meningkatkan kemampuan kamera pemantau dengan teknologi analisis lalu lintas berbasis kecerdasan buatan. Kamera tersebut dapat langsung menghitung jumlah kendaraan berdasarkan golongannya. “Kamera pun kita tingkatkan lagi, sebagian kamera menggunakan Intelligent Traffic Analysis. Jadi langsung jumlah, kira-kira kendaraan golongan 1, 2, 3 jumlah, supaya lihat kapasitasnya,” kata Rivan. Informasi kondisi jalan juga disampaikan langsung kepada pengguna jalan melalui papan informasi digital di sepanjang ruas tol. Sistem ini dikenal dengan Dynamic Message Sign atau DMS. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Selain memantau lalu lintas, Jasa Marga juga menggunakan sensor khusus untuk mengantisipasi potensi banjir di jalan tol. Teknologi ini memantau ketinggian air di sungai yang berada di sekitar ruas tol. “Terus kemudian semua fungsi kita pastikan, water level sensor itu juga kita perhatikan. Water level sensor itu memperhatikan bahwa di seluruh ruas yang ada sungai, kalau ada kenaikan itu kita harus apakah pompanya difungsikan atau bantuan pompa. Jadi jangan sampai masuk ke ruas jalan tol,” kata Rivan. Teknologi tersebut juga membantu pengelola memantau kondisi rest area di sepanjang jalan tol. Jika kapasitas parkir sudah penuh, pengendara akan diberi informasi agar menuju rest area berikutnya. Tim Merapah Trans Jawa 2026 menyambangi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) pada Senin (9/3/2026). Informasi tersebut juga didukung oleh armada layanan lalu lintas Jasa Marga yang berpatroli di jalan tol. Seluruh informasi terkait kondisi lalu lintas ini juga dapat diakses oleh pengguna melalui aplikasi Travoy serta papan informasi di sepanjang jalan tol. Dengan pemanfaatan radar, kamera pintar, sensor banjir, hingga sistem informasi digital, Jasa Marga berharap perjalanan mudik Lebaran tahun ini bisa berlangsung lebih aman, tertib, dan lancar bagi para pengguna jalan tol. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang