Perkembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) ke depan, diprediksi dapat mengurangi kebutuhan pelumas untuk kendaraan. Namun demikian, pasar pelumas di Indonesia dinilai masih memiliki prospek yang cukup baik dalam beberapa tahun ke depan. VP Marketing PT Pertamina Lubricants, Nugroho Setyo Utomo, mengatakan bahwa secara global Indonesia masih menjadi salah satu pasar pelumas yang terus berkembang. "Kalau Indonesia itu salah satu, gini kalau secara makronya, Indonesia ini menjadi salah satu market pelumas yang tumbuh di dunia," ujar Nugroho di Jakarta, Rabu (4/3/2026). Pertamina Lubricants luncurkan oli mesin terbaru Fastron Diesel 5W-30 di GIIAS 2025 "Meskipun ada perkembangan produk EV (kendaraan listrik), tetapi dibandingkan dengan negara lain, terutama di dunia, market kita masih tumbuh rata-rata 2,5 persen," ujarnya. "Baik untuk segmen industri maupun untuk segmen otomotif, secara permintaannya per tahun. Artinya ini masih angka yang cukup menarik," katanya. Nugroho mengatakan, pertumbuhan kebutuhan pemulas di Indonesia ini bahkan lebih tinggi dari negara-negara maju. "Silakan cari referensinya Amerika, di Eropa mungkin, ada yang sudah mungkin hanya 1-2 persen. Tapi Indonesia itu masih bisa rata-rata tumbuh di atas 2,5 persen," ujarnya. Meski tidak dirinci olehnya, pertumbuhan ini tidak lepas dari tingginya penggunaan kendaraan bermotor yang masih pakai mesin "cetus api" serta aktivitas industri yang masih berkembang. Iiustrasi pabrik pelumas pertamina lubricants. Berdasarkan data dari perusahaan riset Mordor Intelligence, pasar pelumas Indonesia tercatat mencapai sekitar 1,20 miliar liter pada 2025. Permintaan tersebut diperkirakan masih akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, volume pasar pelumas diprediksi mencapai sekitar 1,23 miliar liter dan terus naik hingga sekitar 1,41 miliar liter pada 2031. Artinya, pasar pelumas Indonesia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sekitar 2,71 persen selama periode 2026–2031. Bagi industri pelumas, angka ini menunjukkan bahwa pasar domestik masih cukup menjanjikan. Meskipun tren kendaraan listrik terus berkembang, kendaraan bermesin konvensional masih mendominasi jalan raya di Indonesia. Selain itu, kebutuhan pelumas juga tidak hanya berasal dari sektor otomotif, tetapi juga dari berbagai sektor industri yang masih terus berkembang. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang