Pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia semakin menunjukkan tren positif. Tidak lagi didominasi oleh model hatchback atau SUV kompak, kini segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) berbasis baterai juga mulai ramai diminati konsumen Tanah Air. Sebagai mobil keluarga, MPV listrik menawarkan kombinasi kabin yang lapang, kenyamanan berkendara, serta efisiensi biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding mobil konvensional bermesin bensin. Berdasarkan data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jumat (15/5/2026), untuk kategori wholesales periode Januari hingga April 2026, peta persaingan di segmen ramah lingkungan ini terlihat cukup kontras. Beberapa pabrikan langsung tancap gas, sementara sebagian lainnya masih merangkak mencari celah pasar. Test drive WUling Cortez Darion EV BYD Memimpin Jauh, Dibayangi Wuling Posisi puncak saat ini kokoh digenggam oleh raksasa otomotif asal China, Build Your Dreams (BYD), melalui lini andalannya, BYD M6. Sejak pertama kali diperkenalkan, MPV medium ini langsung merebut hati konsumen Indonesia dengan mencatatkan angka penjualan fantastis sebesar 4.820 unit dalam empat bulan pertama tahun ini. Faktor harga yang kompetitif, berada di rentang Rp 383 juta hingga Rp 433 juta, serta akomodasi khas mobil keluarga 7-penumpang menjadi senjata utama BYD M6 dalam mendominasi pasar. Membuntuti di posisi kedua, Wuling Cortez Darion EV juga menunjukkan taji yang cukup kuat. Mengandalkan nama besar Cortez yang sudah akrab di telinga masyarakat, versi bertenaga setrum ini berhasil terdistribusi sebanyak 2.531 unit dengan banderol harga Rp 399 juta hingga Rp 459 juta. Denza D9 dibangun dengan enam pilar kecanggihan yang dirancang untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyeluruh, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Pasar MPV Listrik Mewah Tetap Seksi Menariknya, gempuran mobil listrik tidak hanya menyasar segmen menengah. Pasar MPV premium dengan harga mendekati miliaran rupiah rupanya tetap memiliki konsumen loyal. Denza D9, yang merupakan sub-brand premium dari BYD, sukses nangkring di posisi ketiga dengan penjualan mencapai 2.149 unit. Angka ini terbilang luar biasa untuk sebuah MPV mewah yang dipasarkan di angka Rp 950 juta. MPV listrik premium Xpeng X9 Tepat di bawahnya, Xpeng X9 yang dibanderol mulai Rp 990 juta hingga Rp 1,209 miliar, juga mencatatkan rapor yang cukup positif dengan mengantongi penjualan sebanyak 692 unit. Sementara itu, pabrikan Eropa Volkswagen (VW) melalui model ikonik bernuansa retro modern, ID. Buzz, harus puas berada di posisi ketujuh. Dilego dengan harga Rp 1,495 miliar hingga Rp 1,575 miliar, MPV legendaris versi modern ini terjual sebanyak 50 unit. Aletra L8 EV Menanti Pergerakan Pemain Baru Untuk segmen menengah lainnya, Aletra L8 yang dipasarkan dengan harga Rp 488 juta perlahan mulai menunjukkan eksistensinya dengan torehan 168 unit. Sedangkan jenama Maxus terpantau masih berjuang ekstra untuk meningkatkan penetrasi pasar di Indonesia. Model premiumnya, Maxus Mifa 9 yang dihargai Rp 899 juta, tercatat baru terjual 94 unit. Sementara sang adik, Maxus Mifa 7 yang dibanderol Rp 799 juta, baru membukukan angka pengiriman sebanyak 5 unit saja. MAXUS MIFA 9 multi-purpose vehicle (MPV) listrik premium yang menawarkan ketenangan dan kenyamanan kelas satu untuk mobilitas harian. Melihat pergerakan angka ini, jelas bahwa faktor penentu utama diterimanya MPV listrik oleh konsumen Indonesia saat ini masih berputar pada keseimbangan antara fungsionalitas kabin, jangkauan baterai, dan tentunya harga jual yang rasional. Daftar MPV Listrik Terlaris di Indonesia, Januari-April 2026: 1. BYD M6 | Rp 383 juta - Rp 433 juta | 4.820 unit2. Wuling Cortez Darion EV | Rp 399 juta - Rp 459 juta | 2.531 unit3. Denza D9 | Rp 950 juta | 2.149 unit4. Xpeng X9 | Rp 990 juta - Rp 1,209 miliar | 692 unit5. Aletra L8 | Rp 488 juta | 168 unit6. Maxus Mifa 9 | Rp 899 juta | 94 unit7. VW ID. Buzz | Rp 1,495 miliar - Rp 1,575 miliar | 50 unit8. Maxus Mifa 7 | Rp 799 juta | 5 unit KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang