Ada anggapan umum di masyarakat yang berpendapat bahwa mobil matik lebih boros bahan bakar dibandingkan dengan mobil manual. Masyarakat beralasan bahwa sistem transmisi otomatis dianggap bekerja lebih berat, yang dapat menyebabkan mesin lebih cepat mengonsumsi bensin. Namun, apakah anggapan ini sepenuhnya benar? Lebih Boros Menurut Eddy Handoko Wijaya, pemilik bengkel spesialis transmisi otomatis Bos Matic, ada benarnya anggapan tersebut, tetapi hal ini tidak berlaku untuk semua jenis mobil matik. "Anggapan itu benar, tapi untuk matik konvensional. Kalau matik konvensional belum pakai sistem komputer, karena perpindahannya kan tinggi. Jadi memang itu menjadikan lebih boros," ujar Eddy. Tombol Overdrive di mobil matik konvensional Eddy menjelaskan bahwa mobil matik konvensional yang masih mengandalkan sistem hidrolik dalam perpindahan gigi cenderung memiliki RPM yang lebih tinggi sebelum berpindah rasio. Akibatnya, konsumsi bahan bakar bisa jadi lebih banyak jika dibandingkan dengan mobil manual yang pengendara bisa kendalikan secara langsung. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa perbedaan konsumsi bahan bakar antara kedua jenis mobil ini tidaklah signifikan, terutama jika pengemudinya memiliki kebiasaan berkendara yang efisien. "Perbedaannya juga tidak signifikan, tergantung dari kebiasaan pengendara," kata Eddy. Mobil Matik Bisa Lebih Irit Seiring dengan perkembangan teknologi, mobil matik masa kini justru semakin efisien berkat adanya transmisi otomatis dengan sistem komputerisasi dan CVT (Continuously Variable Transmission). "Untuk matik yang sudah computerized dan CVT system, itu tidak boros. Karena perpindahannya lebih smooth, dan tidak ada jeda. RPM-nya tidak ada jeda, itu lebih irit malah," ucap Eddy. Sistem CVT memungkinkan perpindahan rasio gigi dilakukan tanpa hentakan yang seringkali mengakibatkan pemborosan bahan bakar pada transmisi konvensional. Dengan putaran mesin yang lebih stabil di RPM rendah, penggunaan BBM pun bisa ditekan secara lebih efisien. Gaya Berkendara Artinya, irit atau borosnya penggunaan bahan bakar pada mobil tidak hanya ditentukan oleh jenis transmisi yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada cara mengemudi. Pengendara yang sering menekan pedal gas terlalu dalam atau melakukan akselerasi mendadak, tetap akan mengakibatkan peningkatan konsumsi BBM, baik pada mobil manual maupun matik. Dengan demikian, penting bagi setiap pengendara untuk memahami bahwa kebiasaan berkendara yang baik dan penggunaan teknologi terbaru pada mobil matik dapat berkontribusi besar terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.