Perang SUV PHEV di Indonesia semakin panas dengan hadirnya nama baru, yaitu Lepas L8. Di sisi lain, Chery Tiggo 8 CSH sudah lebih dulu eksis di pasar dan memiliki basis konsumen yang terus tumbuh. Lalu, bagaimana jika keduanya dibandingkan? Chery Tiggo 8 CSH AWD varian Premium AWD SUV PHEV mana yang lebih unggul di atas kertas? Eksterior Jika dibandingkan dimensinya, L8 memiliki panjang 4.688 mm, lebar 1.871 mm, dan tinggi 1.694 mm dengan jarak sumbu roda 2.800 mm. Lepas L8 Sebaliknya, Tiggo 8 CSH memiliki dimensi panjang sekitar 4.725 mm, lebar 1.860 mm, dan tinggi 1.705 mm, dengan jarak sumbu roda 2.710 mm. L8 terasa sedikit lebih ringkas dibandingkan Tiggo 8 CSH, namun memiliki sumbu roda yang lebih panjang, yang berpotensi memberikan kestabilan lebih di jalan raya. Sementara itu, Tiggo 8 CSH menawarkan kapasitas kabin untuk 7 penumpang, yang memberikan fleksibilitas lebih besar bagi keluarga atau penumpang banyak. Interior Chery Tiggo 8 CSH Interior Sebagai SUV kelas premium yang baru, L8 diklaim menggunakan platform LEX yang menekankan stabilitas, efisiensi, dan kenyamanan, terutama untuk penggunaan perkotaan maupun luar kota. Dengan jarak sumbu roda yang cukup panjang, potensi ruang kaki dan kabin cukup menjanjikan meskipun konfigurasi 5 penumpang. Sementara itu, Tiggo 8 CSH menawarkan kabin dengan 7 kursi, ideal untuk keluarga besar atau mereka yang membutuhkan fleksibilitas tempat duduk. Sistem suspensi dan ruang kabin dirancang untuk kenyamanan maksimal, dengan berbagai fitur modern dan kenyamanan khas SUV hybrid keluarga. Bodi kokoh nan futuristik SUV premium LEPAS L8. Fitur Unggulan Tiggo 8 CSH dikenal sebagai SUV hybrid dengan teknologi canggih. Chery Tiggo 8 CSH Sistem hybrid-nya menggunakan mesin 1.5 liter turbo yang dipadu dengan motor listrik, baterai Lithium Iron Phosphate (Li-Po) 18,3 kWh, serta transmisi DHT. SUV ini juga dilengkapi dengan fitur keselamatan lengkap, seperti ADAS, 10 airbag, kamera 540°, sistem ISOFIX, serta fitur kenyamanan dan hiburan modern. Sementara itu, Lepas mengeklaim bahwa platform LEX sebagai basis desain L8 mampu menawarkan efisiensi tinggi dan kenyamanan, khususnya dalam penggunaan urban maupun mobilitas harian, sekaligus memberikan sensasi berkendara yang stabil di kecepatan tinggi. L8 dilengkapi dengan panoramic sunroof elektrik, wireless charging, serta layar sentuh vertikal berukuran besar. Performa Tiggo 8 CSH, sebagai PHEV, dibekali mesin 1.5T hybrid yang menghasilkan tenaga gabungan 245 PS. Mobil ini menawarkan efisiensi tinggi dan fleksibilitas tenaga. Klaim konsumsi gabungan adalah hingga 76 km/liter dalam kondisi ideal, menurut data pabrikan. Mode full-EV memungkinkan berkendara tanpa emisi selama sekitar 90 km. Sedangkan L8 mengusung mesin 1.5 T, yang mampu menghasilkan tenaga 105 kW dan torsi maksimum 215 Nm. Dengan tambahan baterai 18,4 kWh yang membantu menggerakkan motor listrik, tenaga yang dihasilkan dari motor listrik tersebut mencapai 150 kW dan torsi 310 Nm. Konsumsi BBM-nya diklaim mencapai 67 km/liter. Harga Soal harga, perbedaannya cukup signifikan. Tiggo 8 CSH dengan konfigurasi 7 penumpang dibanderol Rp 509,9 juta (OTR Jakarta). Sedangkan L8, harga resminya belum diumumkan. Namun, mobil yang meluncur di Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 ini menggunakan harga pre-book sebesar Rp 589 juta. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang