Pasar mobil listrik ringkas semakin panas setelah kehadiran Chery QQ3 EV di China. Model ini langsung diarahkan sebagai penantang serius Geely EX2, yang sebelumnya sudah lebih dulu populer dan bahkan sempat menjadi salah satu mobil terlaris di Negeri Tirai Bambu. Kehadiran QQ3 EV menarik perhatian karena membawa kombinasi harga terjangkau dengan spesifikasi yang cukup agresif. Di pasar China, mobil ini dipasarkan mulai sekitar 58.900 yuan hingga 78.900 yuan, atau setara Rp 140 jutaan hingga Rp 190 jutaan. Meski tergolong model baru, QQ3 EV tidak sepenuhnya datang sebagai pemain tanpa pengalaman, mengingat mobil ini berada di bawah naungan Chery Automobile yang sudah lama dikenal sebagai produsen otomotif global. Di sisi lain, Geely melalui EX2 sudah lebih dulu hadir di Indonesia. Mobil listrik ini resmi meluncur pada awal 2026 dengan harga Rp 255 juta hingga Rp 285 juta OTR Jakarta, bahkan sempat ditawarkan dengan harga promo mulai Rp 229 jutaan untuk konsumen awal. Geely EX2 Max dipakai dalam perjalanan dari Jakarta ke Cibodas Dengan demikian, jika QQ3 EV masuk ke Indonesia dengan harga yang tidak jauh berbeda dari versi China, potensi persaingan harga akan menjadi sangat menarik, bahkan bisa lebih agresif dibanding EX2. Dari sisi dimensi, Chery QQ3 EV sedikit lebih unggul. Mobil ini memiliki panjang 4.195 mm dan wheelbase 2.700 mm, sedikit lebih besar dibanding Geely EX2 yang panjangnya sekitar 4.135 mm dengan wheelbase 2.650 mm. Perbedaan ini memberi keuntungan pada QQ3 EV dalam hal ruang kabin yang lebih lega, terutama di baris belakang. Chery QQ3 EV Masuk ke sektor performa, QQ3 EV menawarkan dua pilihan motor listrik, yakni 58 kW (78 tk) dan 90 kW (121 tk). Sementara Geely EX2 juga memiliki opsi tenaga hingga sekitar 85 kW. Artinya, varian tertinggi QQ3 EV punya tenaga lebih besar, meski secara penggunaan harian keduanya masih berada di level yang mirip untuk mobil perkotaan. Untuk baterai dan jarak tempuh, keduanya juga cukup berimbang. QQ3 EV dibekali baterai 29,5 kWh hingga 41,3 kWh dengan jarak tempuh 310-420 km (CLTC). Sementara Geely EX2 menawarkan baterai sekitar 40 kWh dengan jarak tempuh hingga 395 km. Geely EX2 Dengan kata lain, secara efisiensi dan daya jelajah, keduanya berada di kelas yang sama, meski QQ3 EV sedikit unggul di angka maksimum. Perbedaan mencolok justru terlihat di bagian interior dan teknologi. Chery QQ3 EV sudah dibekali layar besar 15,6 inci dengan chip Snapdragon 8155 serta fitur AI dan OTA. Sementara Geely EX2 menggunakan layar sekitar 14,6 inci dengan fitur yang tergolong lengkap, namun tidak seagresif pendekatan digital QQ3 EV. Kabin Chery QQ3 di Wuhu, China Namun, Geely EX2 tetap punya keunggulan dari sisi rekam jejak produk, termasuk di Indonesia. Model ini sudah lebih dulu dipasarkan dan mulai membangun basis konsumen, sehingga dianggap lebih terbukti dari sisi reliability dan penerimaan pasar. Di sisi lain, QQ3 EV mendapat nilai tambah dari kekuatan merek Chery yang sudah lama bermain di industri otomotif global. Hal ini menjadi faktor penting yang bisa meningkatkan kepercayaan konsumen, meski produknya tergolong baru di segmen ini. Geely EX2 Secara keseluruhan, Chery QQ3 EV menawarkan teknologi lebih baru, tenaga lebih besar, serta kabin yang lebih modern. Namun, Geely EX2 unggul karena sudah hadir dan dipasarkan di Indonesia dengan harga yang kompetitif serta produk yang lebih matang. Jika Chery QQ3 EV benar-benar masuk ke pasar Indonesia, persaingan di segmen mobil listrik murah dipastikan akan semakin ketat. Terlebih jika Chery mampu mempertahankan banderol harga yang agresif, bukan tidak mungkin model ini menjadi ancaman serius bagi pemain yang sudah lebih dulu hadir. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang