Pasar otomotif Australia saat ini semakin diramaikan oleh merek-merek asal China. Sejumlah nama besar seperti BYD, Chery, hingga MG sudah lebih dulu meramaikan persaingan. Kini, Geely bersiap untuk memperluas pengaruhnya di Negeri Kanguru. Ambisi tersebut bukan tanpa alasan, mengingat performa penjualan global Geely yang cukup kuat dalam beberapa tahun terakhir. Mengutip Carscoops, Selasa (5/5/2026), sepanjang 2025, Geely mencatatkan penjualan lebih dari 4,1 juta unit kendaraan, mencakup model bermesin bensin, hybrid, hingga listrik, baik di pasar domestik China maupun ekspor. Untuk memperkuat langkah di Australia, Geely menunjuk Alex Gu sebagai CEO Geely Australia. Gu menyebut, Geely ingin diposisikan seperti Toyota, namun berasal dari China. Pernyataan ini mencerminkan ambisi besar perusahaan untuk menjadi pemain utama di pasar global. Sebelumnya, Gu juga memiliki rekam jejak yang cukup impresif. Saat memimpin di kawasan Timur Tengah, ia berhasil meningkatkan penjualan Geely dari sekitar 3.000 unit per tahun menjadi 50.000 unit, naik berkali-kali lipat. Geely Dari sisi produk, Geely memiliki lini yang cukup lengkap, mulai dari kendaraan bermesin konvensional, hybrid, hingga listrik. Merek utamanya menawarkan beragam SUV dan crossover yang kompetitif. Selain itu, Geely juga memiliki sejumlah sub-brand. Di antaranya adalah Radar Auto atau Riddara, yang fokus pada pikap listrik dan dinilai berpotensi menarik bagi konsumen Australia yang menyukai kendaraan jenis ute. Segmen premium, Geely menaungi Zeekr dan Lynk & Co. Lynk & Co sendiri banyak memanfaatkan teknologi dari Volvo, yang juga berada di bawah grup Geely. Tak hanya itu, Geely juga membawahi sejumlah merek global lain seperti Polestar, Smart, Lotus, serta Proton dari Malaysia. Meski demikian, tantangan di Australia tidak bisa dianggap ringan. Pada kuartal pertama 2026, penjualan Geely baru mencapai 2.821 unit. Angka ini masih tertinggal dari BYD yang mampu mencatatkan 17.541 unit pada periode yang sama. Geely Salah satu kendala Geely saat ini adalah lini produk yang masih terbatas di Australia. Perusahaan baru menawarkan dua model SUV, yakni EX5 EV dan Starray PHEV. Ke depan, Geely berencana memperluas portofolio produknya. Beberapa model yang akan dihadirkan antara lain pikap double cabin, SUV tujuh penumpang, SUV ladder frame, hingga sedan ukuran besar. Seluruhnya akan tersedia dengan beragam pilihan mesin, termasuk hybrid dan plug-in hybrid. Selain itu, model hatchback listrik EX2 yang sukses di China dan Indonesia itu juga dijadwalkan meluncur di Australia sebelum akhir tahun. Mobil ini disebut akan dibanderol di bawah 30.000 dolar Australia. Geely juga tengah menyiapkan Galaxy Cruiser, SUV PHEV tiga baris dengan sistem penggerak empat roda, yang diproyeksikan menjadi pesaing Denza B8. Dengan strategi menghadirkan lini produk yang lebih lengkap, Geely berharap dapat memperkuat posisinya dan bersaing menjadi merek mobil asal China terlaris di Australia. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang