Pengujian konsumsi daya menjadi salah satu cara untuk melihat seberapa efisien sebuah mobil listrik saat digunakan dalam aktivitas harian. Kali ini, saya mencoba mengukur efisiensi Geely EX2 Pro dengan pola penggunaan yang mendekati kondisi riil di perkotaan. Perjalanan dimulai dari kantor Kompas.com di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, menuju BSD City, Tangerang, lalu kembali lagi ke titik awal. Rute yang dilalui merupakan kombinasi jalan perkotaan dan beberapa ruas bebas hambatan. Impresi berkendara Geely EX2 Pro Selama pengetesan, mobil digunakan secara normal tanpa menerapkan teknik eco driving khusus. Pendingin udara (AC) tetap digunakan selama perjalanan dengan pengaturan suhu dan blower tingkat menengah. Sistem hiburan serta berbagai fitur standar kendaraan juga dibiarkan aktif seperti penggunaan harian pada umumnya. Selama pengujian, mobil diisi oleh dua orang, yakni pengemudi dan satu penumpang, dengan total bobot sekitar 150 kilogram. Dengan komposisi tersebut, hasil pengujian diharapkan dapat merepresentasikan penggunaan realistis sehari-hari. Adapun mode berkendara yang dipilih ialah Comfort, dengan sesekali beralih ke Sport untuk menguji seberapa besar perbedaannya ketika berakselerasi di jalur bebas hambatan alias tol. Berdasarkan data yang tampil di layar infotainment, EX2 Pro mencatat perjalanan sejauh 69,4 kilometer dengan kecepatan rata-rata 25 kpj. Konsumsi daya rata-ratanya tercatat sebesar 9,3 kWh per 100 kilometer. Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan efisiensi sekitar 10,7 kilometer per kWh. Artinya, setiap 1 kWh energi baterai mampu membawa mobil melaju lebih dari 10 kilometer. Konsumsi Daya Listrik Geely EX2 Pro di Perkotaan Sebagai gambaran, EX2 Pro dibekali baterai berkapasitas 40,8 kWh. Dengan tingkat efisiensi tersebut, secara teoritis mobil ini berpotensi menempuh jarak lebih dari 395 kilometer dalam kondisi baterai penuh berdasarkan standar NEDC. Meski demikian, hasil aktual tentu sangat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, penggunaan AC, hingga kontur jalan yang dilalui. Menariknya, distribusi konsumsi energi menunjukkan sebagian besar daya digunakan untuk kebutuhan penggerak kendaraan, yakni sekitar 82 persen. Sementara penggunaan AC hanya menyumbang sekitar 7 persen. Hasil ini memperlihatkan bahwa konsumsi energi pendingin kabin pada EX2 Pro masih tergolong wajar untuk penggunaan harian di wilayah perkotaan. Secara keseluruhan, catatan efisiensi tersebut terbilang cukup baik untuk sebuah SUV listrik kompak. Test drive Geely EX2 Pro Terlebih selama pengujian, mobil tidak hanya digunakan di kondisi jalan lancar, tetapi juga menghadapi lalu lintas perkotaan dengan kecepatan yang berubah-ubah. Karakter motor listrik yang responsif dipadukan konsumsi daya yang relatif efisien membuat EX2 Pro cukup menarik sebagai kendaraan harian, terutama bagi yang mengutamakan biaya operasional rendah dan kemudahan penggunaan di dalam kota. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang