- Pada ajang Beijing Auto Show 2026 kemarin, Geely Auto Group memamerkan inovasi teknologi kendaraan masa depan. Geely EVA Cab, sebuah mobil prototipe robotaxi yang dikembangkan oleh AFARI Technology dan CaoCao Mobility yang menjadi sebuah kendaraan autonomous. EVA Cab menggunakan sistem LiDAR (Light Detection and Ranging) digital dengan 2.160 line sebagai perangkat utama sistem autonomous driving. EVA Cab dikembangkan dengan mengadopsi Akal Imitasi dengan platform Full-Domain AI 2.0 dan dirancang sebagai kendaraan komersil tanpa pengemudi. Desain yang mengusung konsep 'Tech-driven Mobility Leading to a Better Life' dilengkapi sliding door elektrik yang punya bukaan lebar dan disambut dengan layout interior saling berhadapan untuk memaksimalkan akomodasi sebagaimana kebutuhan kendaraan komersil. Untuk mendukung kenyamanan kabin, disematkan panoramic glass roof Galaxy Skyroof serta panel pintu Drifting Galaxy dan arm rest Orchid Pavilion menghadirkan nuansa masa depan yang lebih hangat. Sebagai robotaxi, EVA Cab memadukan teknologi Quantum-Grade AI EEA (Electrical/Electronic Architecture) 4.0, LiDAR digital 2.160-line, dan software autonomus level 4. Sistem autonomous ini didukung dengan tiga chip NVIDIA SuperChip, NVIDIA Thor U, dan Qualcomm Snapdragon 8397 yang bisa memroses sistem autonomous lebih cepat dan presisi menyesuaikan kondisi riil. LiDAR digital 2.160-line yang digunakan punya kemampuan mendeteksi 25,92 juta titik per detik dengan jarak deteksi mencapai 600 meter. Geely Auto berencana memproduksi versi massal EVA Cab melalui CaoCao Mobility pada 2027. Sekaligus menjadi komitmen Geely Auto Group sebagai produsen mobil berbasis AI dengan sistem autonomous driving produksi massal yang ditargetkan mulai pada 2027.