Pasar mobil listrik harga Rp 200 jutaan kini semakin ramai. Di tengah persaingan tersebut, Geely mencoba masuk lewat EX2 Pro, varian paling terjangkau dari lini EX2 yang dijual Rp 239,9 juta OTR DKI Jakarta. Di atas kertas, spesifikasinya memang terlihat sederhana. Fitur belum terlalu mewah, tenaga juga bukan yang terbesar di kelasnya. Namun, setelah digunakan beberapa hari untuk aktivitas perkotaan, EX2 Pro justru meninggalkan kesan sebagai mobil listrik yang mudah dipakai dan cepat terasa familiar. Geely EX2 Pro Eksterior Modern Geely EX2 Pro tampil dengan desain khas mobil listrik modern yang minim sudut tajam. Fascia depannya dibuat bersih tanpa grille besar, dipadukan lampu utama berbentuk oval yang memberi kesan sederhana, tetapi tetap futuristis. Proporsi bodinya juga terasa pas untuk penggunaan urban. Mobil ini memiliki panjang 4.135 mm, lebar 1.805 mm, tinggi 1.580 mm, dan wheelbase 2.650 mm. Saat dipakai di jalan perkotaan, ukuran tersebut terasa ideal. Tidak terlalu besar ketika harus bermanuver di jalan sempit, tetapi juga tidak terasa kecil saat dibawa ke jalan tol. Karakter entry level mulai terlihat dari detail-detail eksteriornya. EX2 Pro masih menggunakan pelek 15 inci model steel wheel dengan dop aerodinamis, berbeda dengan varian Max yang sudah memakai pelek alloy dual-tone 16 inci. Pilihan warnanya juga masih one-tone tanpa atap hitam seperti tipe tertinggi. Meski demikian, tampilannya tetap enak dipandang. Justru desainnya terasa simpel dan tidak berlebihan. Interior Geely EX2 Pro Kabin Minimalis Modern Masuk ke interior, suasana modern langsung terasa lewat desain dashboard yang bersih dan minim tombol fisik. Perhatian utama tentu tertuju pada head unit 14,6 inci yang berdiri tegak di tengah dashboard. Hampir semua pengaturan kendaraan dipusatkan di layar ini, mulai dari AC, mode berkendara, pengaturan regenerative braking, hingga informasi baterai. Awalnya memang perlu sedikit adaptasi karena sebagian fungsi harus diakses lewat layar sentuh. Namun setelah beberapa saat digunakan, menu-menunya cukup mudah dipahami dan respons layar juga tergolong cepat. Untuk kebutuhan hiburan, Geely sudah menyediakan Android Auto dan Apple CarPlay. Sayangnya koneksi masih menggunakan kabel dan belum wireless. Panel instrumen digital 8,8 inci di balik setir tampil sederhana, tetapi informatif. Tampilan data kendaraan mudah dibaca tanpa terlalu ramai animasi. Hal lain yang saya suka adalah posisi berkendaranya. Jok pengemudi memang masih menggunakan pengaturan manual model tuas, sementara setir baru bisa tilt dan belum telescopic. Interior Geely EX2 Pro Meski begitu, ergonominya tetap terasa nyaman. Posisi duduk tidak terlalu rendah seperti beberapa mobil listrik lain, sehingga ujung kap mesin masih terlihat dengan jelas saat berkendara. Ruang kabinnya juga terasa cukup lega untuk ukuran SUV ringkas. Area belakang masih nyaman ditempati penumpang dewasa, walau posisi duduknya agak tegak dan belum tersedia arm rest tengah. Fitur Tepat Guna Sebagai varian terbawah, EX2 Pro memang belum dibekali paket ADAS lengkap. Fitur seperti Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Blind Spot Detection, dan Lane Keeping Assist belum tersedia. Bahkan cruise control pun belum ada. Namun selama digunakan di area perkotaan, fitur-fitur yang tersedia sebenarnya sudah cukup membantu. EX2 Pro masih memiliki rear collision warning, rear cross traffic alert, dan lane change safety warning. Saat keluar parkir mundur di area ramai, fitur tersebut cukup terasa manfaatnya. Kamera parkir yang tersedia memang baru sebatas kamera belakang dan belum 540 derajat seperti tipe Max. Tetapi kualitas tampilannya masih cukup jelas untuk membantu manuver di area sempit. Geely EX2 Pro Menariknya, Geely tetap menyediakan tiga mode berkendara, yakni Eco, Comfort, dan Sport. Selama pengetesan, saya lebih sering menggunakan mode Comfort karena karakter pedal gasnya terasa paling natural untuk lalu lintas perkotaan. Responsnya tetap sigap, tetapi tidak terlalu agresif. Sementara mode Sport membuat respons akselerasi terasa lebih spontan, cocok ketika membutuhkan tenaga tambahan saat menyalip atau masuk jalan tol. Pengaturan regenerative braking juga tersedia dalam tiga level, sehingga karakter deselerasi bisa disesuaikan dengan preferensi pengemudi. Ringan dan Stabil Bagian paling menarik dari EX2 Pro terasa ketika mobil mulai diajak berjalan. Dimensinya yang ringkas dipadukan radius putar 4,95 meter membuat mobil ini terasa lincah di perkotaan. Geely membekali EX2 Pro dengan motor listrik Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM) bertenaga 85 kW atau sekitar 115 hp dengan torsi maksimum 150 Nm. Yang menarik, tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang alias Rear Wheel Drive (RWD). Karakter RWD ini memberi sensasi berkendara yang sedikit berbeda dibanding kebanyakan mobil listrik entry level berpenggerak roda depan. Dorongan awal terasa natural, sementara distribusi tenaga saat berakselerasi juga cukup rapi. Impresi berkendara Geely EX2 Pro Respons pedal gas khas mobil listrik tetap menjadi daya tarik utamanya. Begitu diinjak, tenaga langsung tersedia tanpa jeda. Untuk mengukur performanya, Kompas.com melakukan pengujian akselerasi menggunakan Racelogic VBox dalam mode Comfort. Hasilnya, EX2 Pro mencatat waktu 0-60 kpj dalam 4,93 detik dan 0-100 kpj dalam 10,2 detik. Angka tersebut memang bukan yang tercepat, tetapi sudah lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Karakter performanya juga tidak dibuat terlalu liar, sehingga mudah beradaptasi bahkan untuk pengemudi yang baru pertama kali menggunakan mobil listrik. Soal kenyamanan, EX2 Pro memakai suspensi depan MacPherson Strut dan belakang multi-link. Bantingannya cenderung firm, tetapi tetap nyaman dipakai harian. Ketika melintasi jalan bergelombang, suspensi terasa sigap menahan ayunan bodi tanpa membuat mobil terasa limbung. Konsumsi Daya Listrik Geely EX2 Pro di Perkotaan Konsumsi Daya Selain performa, efisiensi daya menjadi salah satu poin penting pada mobil listrik. EX2 Pro dibekali baterai LFP berkapasitas 40,8 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 395 kilometer berdasarkan standar NEDC. Selama pengujian, perjalanan dimulai dari kantor Kompas.com di Palmerah, Jakarta Barat menuju BSD City, Tangerang, lalu kembali lagi ke titik awal. Rute yang ditempuh merupakan kombinasi jalan perkotaan dan beberapa ruas bebas hambatan. Mobil diisi dua orang dengan total bobot sekitar 150 kilogram. AC, sistem hiburan, dan fitur kendaraan tetap digunakan seperti penggunaan harian normal tanpa teknik eco driving khusus. Berdasarkan data tripmeter, setelah menempuh jarak 69,4 kilometer dengan kecepatan rata-rata 25 kpj, konsumsi daya tercatat sebesar 9,3 kWh per 100 kilometer. Jika dikonversi, angkanya setara sekitar 10,7 kilometer per kWh. Catatan tersebut tergolong cukup baik untuk SUV listrik ringkas yang sebagian besar digunakan di lalu lintas perkotaan dengan kondisi stop and go. Test drive Geely EX2 Pro Kesimpulan Geely EX2 Pro memang bukan mobil listrik dengan fitur paling lengkap atau performa paling kencang di kelasnya. Namun justru di situlah daya tariknya. Mobil ini terasa sederhana, mudah dipahami, dan tidak membuat pengemudi perlu banyak beradaptasi. Karakter berkendaranya ringan, dimensinya pas untuk kota besar, kabin cukup lega, dan konsumsi dayanya juga efisien. Dengan harga Rp 239,9 juta OTR DKI Jakarta, EX2 Pro menjadi salah satu opsi menarik bagi konsumen yang mencari mobil listrik praktis untuk penggunaan sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang