Toyota Noah (kiri) dan Toyota Voxy (kanan) versi Jepang Toyota mengambil langkah yang tidak biasa untuk memenuhi tingginya permintaan kendaraan di pasar domestiknya. Produsen otomotif asal Jepang tersebut dikabarkan akan mulai mendatangkan Toyota Noah dan Toyota Voxy dari Taiwan untuk dijual di Jepang. Keputusan tersebut muncul di tengah tingginya minat konsumen terhadap dua model MPV andalan Toyota itu, sementara kapasitas produksi dalam negeri dinilai belum mampu sepenuhnya mengimbangi kebutuhan pasar. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Disadur VIVA Otomotif dari Paultan, Senin 25 Mei 2026, Toyota berencana mulai mengimpor Noah dan Voxy rakitan Taiwan mulai Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurangi tekanan produksi di Jepang sekaligus memangkas waktu tunggu pengiriman kendaraan yang selama ini menjadi keluhan konsumen.Toyota Noah dan Toyota Voxy sendiri merupakan dua model MPV yang cukup populer di Jepang. Dalam setahun, penjualannya disebut mampu mencapai sekitar 70 ribu hingga 80 ribu unit.Tingginya permintaan membuat konsumen di beberapa periode harus menghadapi waktu inden yang panjang. Bahkan, Toyota sempat membatasi penerimaan pemesanan baru untuk sejumlah model akibat keterbatasan pasokan.Untuk mendukung strategi baru tersebut, Toyota dikabarkan menyiapkan jalur produksi khusus di Taiwan yang akan difokuskan untuk merakit kendaraan tujuan pasar Jepang.Pabrik yang berada di wilayah utara Taiwan itu nantinya diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 100 ribu unit per tahun. Fasilitas tersebut saat ini juga memproduksi model Toyota Corolla dan Yaris Cross melalui kerja sama lokal.Produksi Noah dan Voxy dari Taiwan nantinya akan berjalan berdampingan dengan produksi yang tetap dilakukan di Jepang.Langkah Toyota ini juga memperlihatkan tantangan baru industri otomotif global. Di tengah tingginya permintaan kendaraan, produsen kini menghadapi persoalan mulai dari keterbatasan tenaga kerja, meningkatnya biaya material, hingga kapasitas produksi yang semakin ketat.Toyota sendiri sebelumnya menargetkan produksi domestik mencapai tiga juta unit per tahun. Namun menjaga angka tersebut dinilai semakin menantang dalam situasi industri saat ini. ADVERTISEMENT GULIR UNTUK LANJUT BACA Di sisi lain, keterlambatan pengiriman kendaraan juga menjadi perhatian serius. Sebab waktu tunggu yang terlalu panjang berpotensi membuat konsumen beralih ke merek pesaing.Fenomena impor balik seperti ini juga mulai semakin sering terjadi di Jepang. Data asosiasi importir otomotif Jepang menunjukkan impor kendaraan meningkat hampir 20 persen dalam setahun terakhir, sekaligus menjadi angka tertinggi dalam tiga dekade.