Tak sedikit yang menganggap busi iridium memiliki banyak kelebihan dibandingkan busi konvensional. Salah satunya terkait keiritan bahan bakar kendaraan setelah menggunakannya. Bicara soal busi iridium, memang memiliki material yang bisa dibilang lebih berkualitas. Tak heran bila dianggap punya banyak kelebihan dibandingkan versi konvensional atau nikel. Namun, bila bicara soal penggunaan busi iridium yang dapat membuat kendaraan lebih irit bahan bakar, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Busi iridium (kiri) dan busi biasa (kanan). Diko Oktaviano, Technical Support PT Niterra Mobility Indonesia selaku produsen busi NGK di Indonesia menjelaskan soal alasan utama penggunaan busi iridium adalah untuk meningkatkan efisiensi. "Bukan irit, tapi efisiensi meningkat. Kenapa? Karena busi iridium bentuknya jarum dan api yang dihasilkan lebih terfokus," kata Diko kepada KOMPAS.com, Jumat (17/4/2026). Dengan desain tersebut, lanjut Diko, proses pembentukan api dari busi iridium menjadi lebih cepat dan kuat. Hasilnya, dapat membantu menjaga kebersihan ruang bakar sehingga minim residu pembakaran. Selain itu, karena proses pembakaran lebih merata antara udara dan bahan bakar, hal ini berdampak pada pembakaran yang lebih efektif. Kondisi tersebut secara otomatis membaut tenaga yang dihasilkan lebih optimal dan bahan bakar tidak terbuang percuma. Busi NGK Diko menambahkan, keunggulan utama busi iridium terletak pada kemampuannya menciptakan percikan api yang lebih konsisten. Kondisi ini secara otomatis membuat proses pembakaran menjadi lebih efisien dibandingkan busi biasa atau nikel. "Busi iridium punya bentuk elektroda yang lebih kecil diameternya, sehingga bisa meningkatkan efisiensi pembakaran karena jangkauan api lebih cepat membesar dibandingkan busi nikel," ujarnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang