Jalur pegunungan kerap menyimpan tantangan tersendiri bagi pengendara mobil. Penerangan yang minim, tanjakan curam, hingga badan jalan yang menikung dan sempit adalah pemandangan yang lazim ditemui. Kondisi jalan seperti itu menuntut keterampilan mengemudi yang mumpuni agar perjalanan tetap aman dan nyaman. SUV Jaecoo J8 menaklukkan tanjakan curam dalam sesi pengujian off-road. Lebih dari itu, kendaraan yang digunakan juga harus mendukung kemampuan tersebut. Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menekankan pentingnya perhitungan matang sebelum memutuskan berkendara melewati jalan berbukit, baik terkait kondisi medan maupun kapabilitas kendaraan. "Setiap kendaraan punya batas toleransi keamanan terhadap medan jalan, seperti untuk menghadapi jalan bergelombang atau menikung sempit di perbukitan. Maka dari itu, harus ada penyesuaian antara medan jalan dan mobilnya," ujar Sony kepada Kompas.com, belum lama ini. * Break over angle: Sudut yang memperhitungkan bodi mobil saat melintasi tanjakan atau turunan, khususnya di bagian tengah bodi, agar tidak membentur permukaan jalan. * Departure angle: Sudut ketinggian bodi belakang kendaraan terhadap permukaan jalan saat akan meninggalkan tanjakan atau melewati turunan. * Approach angle: Sudut ketinggian bodi depan kendaraan terhadap permukaan jalan saat akan memasuki tanjakan. * Ground clearance: Jarak terendah antara bagian bawah bodi mobil dengan permukaan jalan. Oleh karena itu, Sony menambahkan, penting untuk mempelajari medan jalan yang akan dilalui sesuai dengan kondisi kendaraan. Ground clearance Suzuki Fronx Jika kendaraan berpotensi tersangkut karena permukaan jalan yang tidak rata, sebaiknya jangan dipaksakan. "Kemudian, di turunan yang curam, dibutuhkan kemampuan engine brake untuk meringankan kerja rem utama. Ini akan maksimal pada mobil manual, sementara mobil matik punya kemampuan engine brake yang lebih lemah, sehingga rem lebih rentan blong," jelas Sony. Sony juga menyoroti pentingnya pemilihan jenis ban untuk melibas jalanan berbukit karena membutuhkan traksi yang baik di tengah kondisi permukaan jalan yang beragam. "Minimal gunakan ban All Terrain (AT) agar lebih mudah atau mengurangi risiko selip saat melintasi permukaan jalan berpasir atau licin. Selain itu, tenaga mesin juga perlu diperhitungkan apakah memadai untuk melewati tanjakan terjal," sarannya. Sony mengingatkan bahwa karakter mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) berbeda, sehingga memerlukan perhitungan dan strategi yang matang untuk bisa melewati jalan berbukit. "Jika kondisinya tidak memungkinkan, pengemudi sebaiknya mencari rute alternatif. Meskipun lebih jauh, namun lebih aman tentu bisa menjadi pilihan yang lebih baik," pungkas Sony. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang