Truk rem blong makan korban lagi. Di Batu, truk rem blong itu menghantam empat kendaraan hingga mengakibatkan satu orang tewas.Truk rem blong lagi-lagi jadi penyebab kecelakaan maut. Kali ini kecelakaan maut itu terjadi di Kota Batu pada Rabu (18/2/2026) pukul 16.45 WIB. Dikutip detikJatim, Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat sebuah truk Isuzu dengan pelat nomor P 8640 UG yang dikemudikan Eko Wahyudi (33) warga Kabupaten Jember, melaju dari arah Barat ke Timur atau dari arah Jalan Diponegoro menuju Jalan Pattimura. "Saat berada di medan jalan menurun tersebut, kendaraan mengalami rem blong sehingga pengemudi kehilangan kendali," ujar Atang.Truk kemudian menghantam empat kendaraan di depannya yaitu Daihatsu N 1822 JJ, Gran Max B 1613 HZM, serta dua sepeda motor Honda Beat N 5977 TBI dan N 2996 LR."Setelah menabrak beruntun kendaraan di depannya, pengemudi truk kemudian membanting setir ke kiri dan baru berhenti setelah menabrak tiang listrik di pinggir jalan," jelas Atang.Akibat kecelakaan itu, salah seorang pengendara Honda BeAT tewas di tempat kejadian. Dia mengalami luka serius di bagian kepala. Sementara korban lainnya mengalami luka-luka. Kecelakaan akibat truk rem blong bukan kali pertama terjadi. Sudah ada rentetan kejadian gegara rem blong dan terus berulang.Kenapa Truk Rem Blong Terus Berulang?Dikutip dari laman Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, rem truk mengalami kegagalan fungsi lantaran terjadinya panas karena beban kerja yang berat. Kampas rem menjadi panas akibat penggunaan rem kaki secara terus-menerus. Pengemudi tidak seharusnya mengocok pedal rem yang justru bikin angin tekor.Ini umumnya terjadi saat truk melewati jalanan menurun. Sebagian besar kecelakaan yang disebabkan rem blong terjadi saat memasuki jalanan menurun yang panjang. Truk atau bus yang mengalami rem blong umumnya memakai gigi tinggi pada saat memasuki jalanan menurun."Pengemudi supaya selalu mengantisipasi dalam melihat kondisi di jalan. Para pengemudi sering kali mengocok pedal rem saat rem tidak bekerja secara maksimal. Pada saat mengalami rem blong, sebaiknya tidak melakukan pemindahan gigi ke gigi rendah, karena akan menyebabkan gigi masuk ke posisi netral," begitu penjelasannya.