Truk rem blong bikin celaka di KM 93B Tol Cipularang. Kecelakaan itu bukan karena Tol Cipularang yang sering dibilang angker, melainkan ketidakmampuan sopir mengendalikan kendaraanya.Lagi-lagi truk diduga rem blong menjadi penyebab kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan di Tol Cipularang KM 93B. Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono mengungkap, kecelakaan itu dipicu masalah pengereman pada truk. Truk diduga mengalami rem blong hingga menghantam kendaraan di depannya. Joko mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan sementara, kendaraan kontainer itu melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Setibanya di tempat kejadian perkara, kata Joko, pengemudi mendapati jalan yang padat akibat kendaraan dump truck yang mengalami gangguan."Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pikup dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun," ujar Joko dikutip Antara.Ya, ini memang bukan kali pertama truk rem blong menjadi penyebab kecelakaan, terlebih terjadi di Tol Cipularang pada rentang KM 90 - KM 100. Sudah ada beberapa kecelakaan maut dipicu truk rem blong saat melintas di Tol Cipularang KM tersebut. Bahkan nggak sedikit yang mencap Tol Cipularang itu 'angker'.Penyelidik Senior Komite KNKT Ahmad Wildan menyebut sebenarnya tak ada yang salah dengan jalan tol di Indonesia, termasuk ruas Tol Cipularang. Kata Wildan, setiap jalan tol sudah memenuhi persyaratan keamanan yang ditetapkan. Permasalahan justru ada pada kemampuan pengendara mengemudikan kendaraannya."Sebenarnya, jalan tol itu keadaan geometriknya dalam hal ini alinyemen vertikal (tanjakan dan turunan) semuanya standar. Namun yang jadi masalah, justru kondisi standar itu pengemudi kendaraan besar tidak merasa itu sebuah jalan menurun dan tetap menggunakan gigi tinggi," terang Wildan saat dihubungi detikOto, Jumat (6/3/2026).Wildan menambahkan, dalam kondisi tersebut, ketika pengemudi tiba-tiba mendapati jalanan padat mereka justru kaget dan mau tak mau melakukan pengereman secara maksimal."Nah, inilah yang berulang kali menyebabkan peristiwa rem blong," tambahnya.Dia menjabarkan, dalam kecelakaan yang disebabkan oleh truk ataupun bus rem blong, semua polanya sama. Pertama, pengemudi menggunakan gigi tinggi di jalanan menurun. Kedua, pengemudi melakukan pengereman maksimal yang berujung terjadinya kegagalan pengereman. Pengemudi kemudian memindahkan ke gigi rendah dengan harapan bisa mengurangi laju kendaraan."Namun pasti gagal dan berakhir di gigi netral. Kecepatannya tinggi (karena gigi netral, jalan menurun, dan berat kendaraan)," urai Wildan.