Truk rem blong lagi-lagi menjadi biang kerok kecelakaan horor. Truk rem blong itu menabrak mobil dan motor di Jalan Inspeksi Kalimalang, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kemarin sore.Kapolres Metro Bekasi Kombes Sumarni mengatakan, kecelakaan itu melibatkan delapan kendaraan. Kecelakaan beruntun terjadi ketika truk yang mengalami rem blong menabrak tujuh mobil dan satu motor.Kecelakaan horor itu terjadi pada pukul 17.22 WIB kemarin sore di Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Truk tersebut datang dari arah Grand Wisata menuju Simpang Legenda dengan muatan limbah besi. "Saat di turunan, sopir merasa rem tidak berfungsi baik," kata Sumarni dikutip detikNews.Kemudian, kernet truk berusaha menanganinya dengan mengganjal ban. Namun, usahanya itu tidak berhasil dan truk tetap melaju. "Sehingga menabrak kendaraan yang sedang berhenti menunggu antrean lampu Traffic Light Legenda," sebutnya.Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kecelakaan ini. Namun, kecelakaan ini menimbulkan kerugian materi. Mobil dan motor yang ditabrak truk rem blong ringsek."Kendaraan sudah dievakuasi di Pospol Lantas (Lalu Lintas) Legenda, untuk truk dievakuasi ke kantor laka (kecelakaan) Polres," katanya.Menurut Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan, rem blong adalah penyebab kecelakaan truk paling konyol. Sebab di negara-negara lain sangat jarang terjadi."Terkait rem blong, penyebabnya cuma dua. Pertama, kesalahan pengemudi menggunakan transmisi di jalanan menurun. Kedua, adanya malfunction (gagal fungsi) atau kebocoran pada sistem rem. Sehingga dapat saya katakan sebenarnya kecelakaan rem blong di Indonesia itu kecelakaan konyol yang nggak perlu terjadi," kata Wildan baru-baru ini.Wildan mewanti-wanti agar sopir truk melakukan pemeriksaan sebelum perjalanan (pre-trip inspection). Ada beberapa komponen yang harus diperiksa sebelum berangkat.Pemeriksaan kondisi kendaraan berupa dashboard instrumentation, spion, kursi dan safety belt, kondisi ban dan tekanan anginnya, lampu-lampu dan wiper. Pemeriksaan level minyak rem, berupa perhatikan batas minimal-maksimal keterisian minyak rem, periksa adanya kebocoran minyak rem pada bagian roda jika minyak rem turun, periksa kandungan air dalam minyak rem untuk menghindari angin palsu (vapour lock), ganti minyak rem secara berkala.Kemudian pemeriksaan tromol, celah dan ketebalan kampas rem. Injak pedal rem secara penuh, turunnya tekanan angin pada indikator tidak boleh melebihi 0,5 bar. Jika turunnya tekanan angin 1 bar atau lebih, minta mekanik memeriksa celah kampas atau kondisi kampas rem.Periksa kebocoran angin. Parkir kendaraan di tempat yang datar dan diganjal rodanya. Pastikan tekanan angin dalam tabung penuh. Turunkan rem parkir. Putar kunci kontak ke posisi "ON" agar indikator pada dashboard menyala, kemudian injak pedal rem secara dalam dan tahan selama 2 menit. Jika dalam 2 menit tekanan angin turun, maka ada kebocoran. Mekanik harus memeriksa lebih lanjut.