Pompa air atau water pump pada sistem pendingin mesin mobil kerap terlewat dari pemeriksaan ketika mesin mobil mengalami overheating. Kebanyakan orang, fokus pada radiator ketika terjadi panas berlebih. Padahal penyebab terjadinya panas berlebihan dipengaruhi banyak faktor. Selain radiator, komponen penunjang lainnya seperti motor kipas, water pump dan selang turut berpengaruh. Deddy Salim, Sales & Marketing, produsen radiator merek Koyorad PT Autokooling Jaya Nusantara (AJN) mengatakan water pump kerap terlewat dari pemeriksaan, sehingga ketika mobil sudah diperbaiki, panas berlebih bisa muncul kembali. “Pompa yang sudah rusak atau aus, membuat sirkulasi air radiator menjadi tidak normal atau tak berjalan. Sehingga temperatur mesin jadi tinggi lagi,” ucap Deddy kepada KOMPAS.com, Kamis (8/1/2026). Pompa air terdiri dari puli sebagai penggerak dan turbin di bagian dalam sebagai pompa air. Sehingga, pemeriksaan kasat mata dari luar tanpa pembongkaran tak bisa mewakili. “Dibongkar, baru akan terlihat turbinnya masih bagus atau sudah aus. Bila sudah aus, atau rontok, maka meski puli pompa air berputar, sebenarnya tak mampu memutar air agar bersirkulasi,” ucap Deddy. Ilustrasi mesin mobil overheating Air radiator yang tidak terpompa akan berhenti bersirkulasi, sehingga air radiator yang menyerap panas dari mesin terlambat menuju radiator untuk didinginkan. Dampaknya, suhu air radiator meningkat dan menyebabkan mesin mengalami panas berlebih. “Pemeriksaan mobil yang mengalami overheating harus menyeluruh, pastikan semua sektor bekerja dengan baik, agar sistem pendingin mampu bekerja dengan semestinya,” ucap Deddy. Jadi, penting agar memeriksa pompa air ketika mobil mengalami panas berlebih, terlepas memperbaiki komponen lain yang juga mengalami kerusakan. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang