Sepeda motor dengan usia pakai yang masih tergolong muda kerap diasumsikan minim masalah. Namun pada kenyataannya, bengkel tak jarang mendapati motor baru yang sudah mengalami keausan komponen lebih cepat dari seharusnya, terutama pada skutik harian yang dipakai intens di perkotaan. Pola pemakaian yang berat membuat umur komponen tak selalu sejalan dengan usia kendaraan. Menurut Agung, teknisi Vansy Motor di Tangerang, penyebab utamanya bukan pada kualitas motor, melainkan cara pemakaian sehari-hari. Banyak pemilik motor tanpa sadar membebani kendaraan di luar kondisi ideal, baik dari gaya berkendara maupun beban yang dibawa. “Motor matik itu sensitif. Kalau sering dipakai stop-and-go, bawa muatan berat, komponen cepat aus walau usia motor belum lama,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (26/12/2025). Ilustrasi motor bawa muatan banyak. Agung menjelaskan, kebiasaan berkendara di lalu lintas padat membuat komponen CVT bekerja lebih keras. Akselerasi berulang dari kondisi diam memicu gesekan terus-menerus pada v-belt, roller, dan kampas ganda. Jika tidak diimbangi perawatan rutin, keausan datang lebih cepat. V-Belt pada skuter matik harus dicek secara rutin. Selain itu, muatan berlebih juga memberi tekanan ekstra pada mesin dan sistem transmisi. Bukan hanya saat membawa penumpang, barang bawaan berat di bagasi atau tambahan boks belakang turut menambah beban kerja motor. Dampaknya, tarikan terasa berat dan suhu kerja komponen meningkat. Kondisi ini diperparah oleh kebiasaan berkendara agresif, seperti menarik gas mendadak atau mempertahankan putaran mesin tinggi dalam waktu lama. Menurut Agung, gaya seperti ini membuat komponen cepat kehilangan performa meski kilometer belum tinggi. Tak hanya CVT, sistem pengereman juga rentan terdampak. Rem yang sering dipakai di kecepatan rendah saat macet akan lebih cepat menipis, terutama rem belakang yang kerap luput dari pengecekan rutin. Gejalanya sering baru terasa saat daya cengkeram menurun. Agung menyarankan pemilik motor muda untuk tidak terpaku pada usia kendaraan semata. Perawatan berkala, pemeriksaan komponen CVT, serta penyesuaian gaya berkendara menjadi kunci agar umur pakai komponen tetap optimal. “Motor awet itu bukan cuma soal tahun, tapi bagaimana dipakainya,” ujarnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang