Banyak pemilik mobil mengira pelek rusak terjadi karena kualitas produk yang buruk. Padahal, ada kebiasaan sepele yang justru menjadi penyebab utama kerusakan pelek, baik orisinal maupun aftermarket dengan harga mahal. Salah satu faktor yang paling sering luput dari perhatian adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai. Pemilik toko pelek Ping Wheels, Anantyo Herlambang, mengatakan tekanan angin yang kurang ditambah kebiasaan menghajar lubang dengan kecepatan tinggi menjadi kombinasi yang mempercepat kerusakan pelek. “Tekanan angin yang kurang dan menghajar lubang terlalu kencang,” ujar pria yang akrab disapa Tyo, kepada Kompas.com, belum lama ini. Secara teknis, ban dengan tekanan rendah membuat dinding ban lebih mudah tertekan saat menghantam lubang. Perbaikan pelek yang pecah di Ping Wheels Akibatnya, benturan yang seharusnya diredam ban justru langsung diterima pelek. Risiko pelek bengkok, peyang, bahkan retak pun semakin besar. Hal senada disampaikan Taufik, pemilik Dinamis Jaya Pelek dan Ban, yang kerap menangani kasus pelek bengkok, retak, hingga pecah akibat kesalahan penggunaan. “Penyebab pelek rusak bisa dari pemakaian, kasar melewati jalan rusak, kemudian tekanan angin juga kurang. Mau pelek ori atau lokal, kalau pemakaiannya kasar tetap rusak juga. Saya pernah menangani pelek 80 juta rusak juga,” ujar Taufik. Menurut Taufik, kebiasaan jarang mengecek dan mengisi angin ban masih sering terjadi. Padahal tekanan angin yang tidak sesuai membuat pelek bekerja lebih keras ketika melewati jalan tidak rata. “Tekanan angin paling penting dan pengaruh. Kebiasaan orang kita malas untuk isi angin. Padahal itu potensi, apalagi kalau pakai pelek gede, ban tipis. Minimal isi anginnya 50 psi. Beda dengan mobil biasa yang 32, 35, 36 psi,” kata dia. Maka dari itu, pemilik kendaraan disarankan untuk rutin mengecek tekanan angin, terutama sebelum perjalanan jauh atau saat kondisi jalan banyak berlubang. Langkah sederhana ini dinilai jauh lebih murah dibanding harus memperbaiki, bahkan mengganti pelek yang sudah telanjur rusak. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang