Tekanan angin ban sering dianggap sepele oleh pengguna sepeda motor. Padahal, kondisi ban yang kurang angin bisa berdampak serius pada komponen lain, salah satunya komstir. Jika dibiarkan, usia pakai komstir bisa jauh lebih pendek dan memicu gejala seperti setang berat, oblak, hingga bunyi kasar saat motor berjalan. Ilustrasi servis komstir motor Yoga Pramana, Manager Training One M Komstir, bengkel spesialis komstir di Cibitung, Bekasi, mengatakan bahwa kerusakan komstir biasanya berawal dari kebiasaan pengendara. “Dengan ritme pengendara Indonesia, kadang-kadang dipakai ngojol, harian, lebih dari 100 km kadang-kadang berjalan, dengan beban tumpuan di depan terlalu berat, kadang-kadang itu yang jadi penyebab kerusakan sebenarnya,” ujar Yoga, kepada Kompas.com (8/1/2026). Kondisi tersebut semakin berisiko ketika tekanan angin ban tidak dijaga sesuai rekomendasi. Ban yang kurang angin membuat tapak ban melebar dan meningkatkan gesekan dengan permukaan jalan. Ilustrasi servis komstir Akibatnya, beban ke area kemudi dan komstir menjadi lebih besar dari seharusnya. Situasi inilah yang membuat usia komstir lebih cepat rusak. “Kurangnya kita mengecek tekanan angin, itu sangat penting terhadap kondisi komstir,” kata Yoga. Ilustrasi komstir motor Ia menjelaskan, tekanan angin yang tidak sesuai akan memperparah efek beban berlebih, terutama saat motor membawa muatan tambahan di depan. Dalam penggunaan sehari-hari, tak jarang pengendara membawa barang dengan bobot 60–80 kilogram yang diletakkan di area depan. Padahal, setiap rangka motor sudah memiliki standar operasional prosedur (SOP) terkait batas maksimal beban, termasuk tumpuan di bagian depan. Area setang motor Honda Tiger “Sebenarnya kan dari SOP untuk rangka itu udah ada, berat kilogramnya berapa untuk di tumpuan depan, maksimalnya, itu yang kadang-kadang kita kurang paham,” ucap Yoga. Seperti diketahui, kapasitas gantungan motor depan (hook) umumnya terbatas, biasanya sekitar 1,5 kilogram (kg), karena dirancang untuk barang ringan seperti tas belanja atau jas hujan. Bukan beban berat seperti galon atau tabung gas elpiji yang bisa merusak gantungan dan memengaruhi handling motor, Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, komstir akan bekerja di luar batas idealnya. bola atau bearing komstir lebih cepat haus, pelumas berkurang efektivitasnya, dan pada akhirnya menimbulkan kerusakan. Gejala awal biasanya terasa dari setang yang tidak stabil atau terasa “mengunci” saat dibelokkan pelan, atau timbul bunyi-bunyi tidak wajar saat melewati sesuatu. Karena itu, Yoga menekankan pentingnya kebiasaan sederhana namun krusial, yakni rutin mengecek tekanan angin ban. Menjaga tekanan sesuai rekomendasi pabrikan tidak hanya membuat ban lebih awet dan nyaman, tetapi juga membantu menjaga kesehatan komstir dan komponen kemudi lainnya. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang