Hati-hati! Truk rem blong masih mengancam nyawa di jalanan. Kejadian lagi kecelakaan maut akibat truk rem blong di Probolinggo, Jawa Timur.Dilaporkan detikJatim, truk trailer Nissan bernomor polisi B-9625-UEJ menjadi penyebab kecelakaan maut di Jalan Raya masuk Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Truk tersebut mengalami rem blong dan menabrak lima kendaraan lain, Toyota Vios Limo AG-1644-EG, Pickup Daihatsu Granmax P-8361-GL, Pickup N-8387-YH, Toyota Hi-Ace P-7022-QB, serta Truck Tractor Head Hino T-9698-TA.Truk trailer itu diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Truk itu menabrak kelima kendaraan yang tengah berhenti di perlintasan kereta api. "Akibat kecelakaan ini, karena gagalnya fungsi rem truk trailer kontainer berisi triplek, pas di jalanan turunan, dan saat itu semua kendaraan yang ditabrak posisi berhenti, karena palang pintu ditutup, ada kereta api melintas, dan menabrak total 5 kendaraan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Toyota Vios Limo bersama tiga penumpangnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Pengemudi truk tersebut mengaku rem kendaraannya blong saat melaju di jalur menurun dari arah Lumajang ke Probolinggo.detikOto mengecek status uji berkala truk itu di aplikasi Mitra Darat, Kementerian Perhubungan. Benar saja, truk bernomor polisi B-9625-UEJ itu tidak memiliki uji KIR yang aktif. Status uji berkalanya sudah kedaluwarsa sejak 2023.Truk tersebut terakhir kali dilakukan uji berkala pada 28 April 2023. Masa berlakunya hanya sampai 28 Oktober 2023. Status uji KIR truk trailer Nissan PK215 bernomor polisi B-9625-UEJ itu kedaluwarsa sejak 28 Oktober 2023.Status Uji Berkala Truk Rem Blong di Probolinggo Foto: Screenshot Mitra DaratMesin Pencabut Nyawa Itu Masih BeredarPraktisi keselamatan berkendara yang juga anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI) Erreza Hardian mengatakan kecelakaan itu menunjukkan bahwa semakin cepat kendaraan maka semakin banyak dampaknya. Rem yang tidak berfungsi menyebabkan kendaraan memiliki gaya dorong lebih besar dan jelas akan semakin banyak yang terdampak."Bisa disimpulkan jika sebuah kendaraan jauh lebih berat daripada kendaraan lain, kendaraan yang lebih ringan cenderung mengalami kerusakan lebih besar dalam kecelakaan," kata Reza kepada detikOto, Minggu (19/4/2026).Menurutnya, kecelakaan truk rem blong terus berulang terjadi lantaran belum adanya 'sistem aman' di angkutan jalan dan mobilitas masyarakat."Sistem Aman adalah pendekatan revolusioner dalam pengelolaan keselamatan jalan raya yang didasarkan pada prinsip bahwa sistem lalu lintas harus cukup aman untuk mencegah kematian dan cedera serius saat terjadi kecelakaan," kata Reza.Reza bilang, banyak kejadian truk rem blong karena masalah perawatan dan human error. Artinya, sistem aman yang dimaksud Reza itu tidak bekerja."Kenapa sampai perawatan tidak terjadi, KIR sudah mati padahal mereka bekerja tidak secara personal ada korporasi atau perusahaan atau minimal sebuah manajemen? Kontributor faktor tentang perawatan dan salah handling pengemudi ketika dalam kondisi darurat ini sudah berulang dan memang kaitan teknis. Tapi kalau sudah berulang bahkan banyaknya korban ya ada sistem aman yang tidak bekerja," ucap Reza.Kata Reza, intensitas dan peningkatan fatalitas saat terjadi rem blong juga disebabkan tindakan pengemudi yang salah melakukan emergency handling saat terjadi rem blong. Sayangnya, penanganan itu belum pernah diajarkan siapa pun."IMI akan turun mengajarkan langsung kepada mereka. Karena saat ini situasinya banyak hazard di jalan maka keterampilan, pengetahuan dan etika pengemudi penting untuk ditingkatkan lewat edukasi dan praktik lewat suatu pelatihan berbasis kompetensi," katanya.Menurut Reza, rem blong pada kendaraan besar terus terjadi karena beberapa faktor. Pertama karena brake fading, yaitu ketika kampas rem mengalami overheat."Kedua tekor angin, di mana udara bertekanan menurun dengan cepat saat digunakan pengereman berulang sehingga tidak bisa lagi digunakan untuk mengerem dan memindahkan kopling. Ketiga vapor lock, yaitu rem blong karena minyak remnya mendidih. Kemudian posisi transmisi netral karena pengemudi berusaha memindahkan ke lebih rendah dan ini tidak mungkin terjadi, malah netral," sebut Reza.