Satu unit truk mengalami kecelakaan tunggal, menabrak separator jalan di dekat Halte TransJakarta Slipi Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026) siang. Bripka Fajar Subekti dari Ditlantas Polda Metro Jaya mengatakan, truk tersebut diduga mengalami rem blong yang sudah terdeteksi sejak melintasi jalan tanjakan. "Untuk kejadian kurang lebih jam 11-an (11.00 WIB). Pengakuan dari sopir dari ujung tanjakan itu dia sudah mengetahui dia nggak dapet rem," kata Bripka Fajar di lokasi kejadian, Kamis (30/4/2026). Bripka Fajar menerangkan, truk mengambil lajur kiri untuk menghindari kendaraan dan kemudian ban depan kanan pecah. Sopir kemudian banting setir ke kanan. Truk akhirnya menabrak separator jalan dan berhenti sebelum fasilitas di sekitar halte TransJakarta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. "Rem blong. Cuma posisi lampu merah, dia nggak berani ngambil keputusan, makanya mengambil ke kiri, langsung banting kanan," ujarnya. "Karena lampu merah dan banyak kendaraan di depan, sopir membanting setir ke kanan untuk menghindari tabrakan," ujarnya. Kecelakaan truk di kawasan Gatsu arah Palmerah Menurut Fajar, truk tersebut mengangkut gulungan besi dengan bobot sekitar 2,5 ton. "Untuk korban nggak ada, makanya dia banting kanan. Supaya nggak kena mobil atau pengguna jalan lainnya. Hanya MCP (pembatas jalan) sama pertamanan," katanya. Fajar juga mengimbau para pengemudi kendaraan berat untuk mematuhi aturan jam operasional yang telah ditetapkan yaitu jam 22.00 WIB ke atas. "Untuk lebih ke pengemudi ataupun pengguna kendaraan berat, alat berat gitu kan sudah diatur jamnya," ujarnya. Kecelakaan truk di kawasan Gatsu arah Palmerah "Tolong dipatuhi peraturannya aja dulu. Kalau emang jam operasionalnya belum diperbolehkan, jangan berangkat dulu," katanya. "Karena kalau jam segini kan ini kan kendaraannya juga besar, bawa muatan berat, gitu. Takutnya ada kendala teknis, jadi kendaraan remnya blong. Untung nggak ada korban, gitu aja sih," ujar Fajar. Selain itu, ia juga pentingnya memastikan kondisi kendaraan tetap prima, khususnya pada sistem pengereman sebelum digunakan. "Lalu perhatikan mengenai rem. Lebih diperhatikan maintenance-nya, perbaikannya lagi, dicek ulang lagi tiap hari, tiap bulan," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang