Lagi dan lagi. Truk rem blong menjadi penyebab kecelakaan maut. Kali ini terjadi di Probolinggo, Jawa Timur. Empat orang meninggal dunia akibat kecelakaan maut yang dipicu oleh truk trailer yang mengalami rem blong.Dilaporkan detikJatim, truk trailer Nissan bernomor polisi B-9625-UEJ menjadi penyebab kecelakaan maut setelah mengalami rem blong. Truk tersebut menabrak lima kendaraan lain, Toyota Vios Limo AG-1644-EG, Pickup Daihatsu Granmax P-8361-GL, Pickup N-8387-YH, Toyota Hi-Ace P-7022-QB, serta Truck Tractor Head Hino T-9698-TA.Kecelakaan berawal dari truk trailer Nissan bernopol B-9625-UEJ melaju dari arah Lumajang menuju Kota Probolinggo. Truk trailer itu diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman. Truk itu menabrak Toyota Limo AG-1644-EG yang dikemudikan Sutrisno (60), warga Kabupaten Blitar, dengan membawa tiga penumpang. Setelah menghantam sedan, trailer terus melaju dan menabrak Pickup Daihatsu Granmax P-8361-GL, kemudian menabrak Pickup N-8387-YH. Tak berhenti di situ, truk itu juga menabrak Toyota Hi-Ace P-7022-QB serta Truck Tractor Head Hino T-9698-TA. Saat itu, kendaraan-kendaraan tersebut tengah berhenti di perlintasan kereta api."Akibat kecelakaan ini, karena gagalnya fungsi rem truk trailer kontainer berisi triplek, pas di jalanan turunan, dan saat itu semua kendaraan yang ditabrak posisi berhenti, karena palang pintu ditutup, ada kereta api melintas, dan menabrak total 5 kendaraan," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama.Akibat kecelakaan tersebut, pengemudi Toyota Vios Limo bersama tiga penumpangnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Salah satunya adalah seorang balita berumur tiga tahun.Sopir Truk Akui Rem BlongCecep Adi Sucipto (46), sopir truk trailer tersebut mengaku rem kendaraannya blong saat melaju di jalur menurun dari arah Lumajang ke Probolinggo. Cecep mengatakan, saat itu truk membawa muatan triplek dari kawasan Semeru, Lumajang. Ketika melintas di turunan, ia mencoba mengendalikan laju kendaraan dengan perpindahan gigi."Remnya ngeblong dari atas pas turunan. Nggak ada (nginjek rem). (Saya pindahkan) Dari gigi dua ke tiga," ujar Cecep di lokasi kejadian, Minggu (19/4/2026).Ia mengaku situasi semakin sulit saat mendapati palang pintu perlintasan kereta api dalam kondisi tertutup dengan antrean kendaraan di depannya."Kebetulan ada palang pintu tertutup, akhirnya banting kanan dulu, terus ke kiri kena sedan," katanya.Upaya menghindari tabrakan itu tak berhasil. Truk trailer yang dikemudikannya tetap menghantam sejumlah kendaraan yang sedang mengantre di perlintasan kereta api.Rem Blong Penyebab Kecelakaan Paling KonyolDikutip dari laman Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, rem truk mengalami kegagalan fungsi lantaran terjadinya panas karena beban kerja yang berat. Kampas rem menjadi panas akibat penggunaan rem kaki secara terus-menerus. Pengemudi tidak seharusnya mengocok pedal rem yang justru bikin angin tekor.Ini umumnya terjadi saat truk melewati jalanan menurun. Sebagian besar kecelakaan yang disebabkan rem blong terjadi saat memasuki jalanan menurun yang panjang. Truk atau bus yang mengalami rem blong umumnya memakai gigi tinggi pada saat memasuki jalanan menurun."Pengemudi supaya selalu mengantisipasi dalam melihat kondisi di jalan. Para pengemudi sering kali mengocok pedal rem saat rem tidak bekerja secara maksimal. Pada saat mengalami rem blong, sebaiknya tidak melakukan pemindahan gigi ke gigi rendah, karena akan menyebabkan gigi masuk ke posisi netral," begitu penjelasannya.Menurut Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Ahmad Wildan, rem blong adalah penyebab kecelakaan truk paling konyol. Sebab di negara-negara lain sangat jarang terjadi."Terkait rem blong, penyebabnya cuma dua. Pertama, kesalahan pengemudi menggunakan transmisi di jalanan menurun. Kedua, adanya malfunction (gagal fungsi) atau kebocoran pada sistem rem. Sehingga dapat saya katakan sebenarnya kecelakaan rem blong di Indonesia itu kecelakaan konyol yang nggak perlu terjadi," kata Wildan belum lama ini.