Kasus salah paham antar-pengguna jalan yang berujung pada aksi cekcok hingga adu fisik di jalan raya masih sering kali terjadi. Masalahnya pun kerap kali sepele, mulai dari tidak diberi lajur saat ingin menyalip hingga masalah berebut jalan di lajur penyempitan. Aksi saling potong dan tidak mau mengalah ini tidak jarang membuat pengemudi langsung tersulut emosinya. Dari kacamata keselamatan berkendara, hilangnya kontrol emosi ini merupakan bentuk gangguan konsentrasi yang sangat berbahaya. Bahaya Laten Hidden Problem Saat Menyetir Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, menjelaskan, distraksi tidak selamanya berbentuk fisik yang terlihat oleh mata. Video viral arogansi pengendara mobil berpelat nomor RFS Ada jenis gangguan psikologis yang disebut sebagai hidden problem. "Mental problem ini adalah kelompok hidden problem. Jadi sesuatu yang tidak terlihat, yang tahu adalah si sopirnya sendiri," ujar Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini. Menurut Jusri, gangguan mental polanya sangat banyak, mulai dari beban pikiran internal hingga pengaruh dari luar yang memicu emosi spontan saat mobil bergerak. "Misalnya problem keuangan atau keluarga yang sedang sakit, pekerjaan. Kemudian bisa saja dia dipicu oleh sesuatu misalnya ada orang di sebelah yang membuat dia marah akibat orang itu memotong dia atau menyalip dia atau melakukan satu perilaku yang menurut dia tidak aman," kata Jusri. Menghindari Konflik Demi Keselamatan Ketika pengemudi sudah merasa terganggu atau terpancing emosinya karena ulah pengguna jalan lain, maka ia sudah masuk ke dalam perangkap distraksi mental yang berbahaya. Akibatnya, fokus utama untuk mengendalikan kendaraan secara aman akan langsung teralihkan. "Akhirnya konsentrasinya tidak kepada tugas-tugas driving_-nya dia. Dan ini yang berbahaya," ucap Jusri. Saat proses berpikir sudah dikuasai oleh rasa marah, waktu reaksi pengemudi dalam mengantisipasi bahaya di sekitarnya akan menurun drastis karena fokusnya sudah menjadi kabur. Hal inilah yang membuat pengemudi rentan melakukan tindakan nekat atau justru memicu kecelakaan fatal. Oleh karena itu, penting bagi setiap pengemudi untuk bisa menahan diri dan tidak mudah terpancing provokasi di jalan raya. Menurunkan ego dan memilih untuk mengalah merupakan keputusan paling bijak demi menjaga keselamatan diri sendiri serta pengguna jalan lainnya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang