Kecelakaan ekstrem McLaren 720S di Sukoharjo kembali membuka lembaran kelam mengenai keterlibatan pengemudi berusia muda di balik kemudi mobil bertenaga buas (supercar). Pengemudi mobil tersebut, Andra ST, diketahui baru menginjak usia 21 tahun saat insiden laka tunggal itu terjadi pasca-menonton pertandingan bola. Kasus kecelakaan mobil kencang yang dikendarai oleh individu di bawah usia 30 tahun bukanlah fenomena baru di tanah air. Rentetan insiden serupa sebelumnya sempat tercatat di beberapa kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Menanggapi fenomena ini, pengamat keselamatan berkendara sekaligus pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyoroti korelasi erat antara usia biologis pengemudi dengan tingkat stabilitas emosional saat mengendalikan kendaraan. McLaren 720S Coupe "Saya melihat pelaku yang terlibat dalam kecelakan ini, patut diduga memang mereka gampang sekali terpicu. Sehingga, mereka bisa melakukan tindakan-tindakan impulsif," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini. "Kedewasaan daripada pengemudi dari usia umur itu di mana usia-usia 15-29 atau 30 tahun itu masih labil. Mereka gampang sekali terprovokasi dengan situasi ini," kata Jusri. Faktor provokasi di jalan raya modern kini semakin kompleks. Keterpencilan fokus tidak lagi hanya bersumber dari gesekan antarpengguna jalan, melainkan dari ekosistem digital dan eksistensi sosial, seperti pembuatan konten media sosial. Mobil sport McLaren terbelah dua usai terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Sukoharjo-Solo, Kelurahan Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (8/7/2026). "Terprovokasi dengan situasi bisa saja dari lingkungan, bisa saja dari mobil, dari bunyi, bisa saja terprovokasi dari, saya nggak tahu, mungkin dia sedang memuat konten karena kita tahu dari profesinya, kan? Bisa saja," ujar Jusri. "Hingga ada kemungkinan hilangnya konsentrasi. Karena ini bukan satu atau dua kejadian yang melibatkan usia muda dengan mobil mewah. Di Surabaya juga McLaren juga pernah kejadian," kata Jusri. Kurangnya kedewasaan membuat pengemudi muda kerap gagal mengidentifikasi risiko. Mengendarai mobil dengan tenaga mencapai 700 tk lebih membutuhkan tanggung jawab psikologis yang matang, bukan sekadar kemampuan finansial untuk membeli atau kemahiran menginjak pedal gas demi pemenuhan ego sesaat.