PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menilai pasar mobil bekas pada 2026 masih akan dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari daya beli masyarakat hingga dinamika permintaan. Perusahaan yang mengelola bisnis lelang JBA, ritel mobil bekas Caroline.id, serta layanan pegadaian MotoGadai ini menyebut tengah memperkuat integrasi layanan untuk menjaga kinerja di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya stabil. Presiden Direktur ASLC Jany Candra mengatakan, penguatan ekosistem dilakukan dengan mengintegrasikan layanan penjualan kendaraan bekas secara daring dan luring. Bursa mobil seken di Incheon, Korea Selatan, 12 Agustus 2025. “Melalui JBA, Caroline.id, MotoGadai, dan Cartalog, kami mengembangkan sistem jual beli kendaraan bekas yang saling terhubung,” ujar Jany dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026). Menurut dia, langkah tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen dan kondisi pasar. ASLC juga melihat peluang pertumbuhan industri mobil bekas dalam jangka panjang masih terbuka, meskipun dalam jangka pendek masih terdapat tekanan dari sisi permintaan. Sepanjang 2025 hingga kuartal III, pendapatan ASLC tercatat mencapai Rp 713 miliar, tumbuh 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi dari bisnis lelang JBA tercatat sebesar Rp 201,8 miliar. Pada periode tersebut, volume lelang JBA mencapai lebih dari 92.000 unit. Perusahaan menilai capaian ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. JBA yang beroperasi sejak 2011 telah mencatatkan lebih dari satu juta transaksi lelang. Saat ini, jaringan JBA tersebar di 39 lokasi yang terdiri dari 15 cabang dan 24 hub di berbagai daerah. Caroline.id Mencatat Kinerja Positif dan Ekspansi Cabang Baru. Selain itu, JBA memiliki lebih dari 90.000 peserta lelang dan menjalin kerja sama dengan ratusan perusahaan serta ribuan dealer kendaraan bekas. Chief Executive Officer JBA Indonesia Kazuhiro Shioyama mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengembangan layanan, terutama melalui pemanfaatan teknologi digital. “Ke depan, kami akan fokus pada peningkatan sistem dan perluasan jaringan agar layanan lelang lebih efisien dan transparan,” kata Kazuhiro. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang