Fenomena reset atau diputar angka tampilan odometer pada mobil banyak dijumpai di lapangan. Mereka menawarkan praktik seolah bukan tindakan penipuan. Padahal, memundurkan angka odometer pada layar informasi mobil merupakan wujud manipulasi. Khususnya untuk mengelabui pihak lain yang hendak membeli unit tersebut. Muchlis, pemilik Bengkel Spesialis Toyota Mitsubishi, Garasi Auto Service Sukoharjo mengatakan tujuan orang memanfaatkan jasa reset angka odometer pada mobil salah satunya untuk menarik daya beli. “Mobil dengan kilometer rendah terkesan sebagai unit yang jarang digunakan, atau sebagai unit simpanan, sehingga ada kemungkinan kondisinya masih baik dan terjaga,” ucap Muchlis kepada KOMPAS.com, Senin (24/11/22025). Seorang ahli speedometer di Sleman, Yogyakarta mengatakan tak semua jenis speedometer bisa dimundurkan angkanya. “Seperti odometer analog, saya tidak bisa, tapi kalau digital masih bisa, tarifnya beragam menyesuaikan jenis kendaraan, misal Avanza layar kuning, tarif mulai Rp 500.000,” ucapnya kepada KOMPAS.com, Minggu (23/11/2025). Serafina Ophelia, pemilik Honda Brio RS 2022 dengan odometer 40.000 Km. Dia mengaku, reset angka odometer tidak akan bisa terdeteksi oleh inspektor mobil bekas karena tak ada sistem yang bisa membaca kondisi tersebut. Irvan Ardhi Nugroho, Kepala Inspektor PT Inspeksi Mobil Jogja mengatakan saat ini tak ada alat khusus yang bisa mendeteksi apakah mobil tersebut sudah dimanipulasi tampilan odometernya. “Kalau alat khusus tidak ada, tapi bisa pakai scanner ECU, akan tetapi alat ini tidak bisa 100 persen akurat, sebaiknya tetap melihat kondisi unit secara aktual,” ucap Irvan kepada KOMPAS.com, Senin (24/11/2025). Irvan mengatakan, data odometer di dalam ECU masih bisa dimanipulasi oleh mereka. Sehingga, inspeksi dukungan tetap perlu dilakukan seperti memeriksa kondisi unitnya langsung. Paryudi, Technical Leader Nasmoco Bantul mengatakan dalam mencari mobil bekas sebaiknya konsumen tidak berpatokan pada angka odometer atau kilometer. “Tetap harus diperiksa kondisi unitnya langsung, itu lebih akurat dan ketahuan seperti apa tingkat kerusakannya, konsumen juga bisa memeriksa riwayat catatan perawatan mobil agar lebih aman,” ucap Paryudi kepada KOMPAS.com, Senin (24/11/2025). Jadi, meski manipulasi memundurkan angka odometer tak bisa terdeteksi dengan alat khusus, inspektor mobil bekas tetap bisa memeriksa kondisi unit secara aktual seperti apa. Sehingga, akan tetap ketahuan kecurangan yang dilakukan oleh oknum pedagang nakal tersebut. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih. Berikan apresiasi sekarang