— Peserta lelang mobil bekas saat ini masih didominasi oleh pedagang atau showroom, bukan konsumen umum. Salah satu alasannya, sistem pembayaran pada lelang mayoritas masih pakai model pembayaran tunai atau pelunasan langsung. Atas dasar tersebut konsumen pribadi dinilai cenderung lebih nyaman membeli mobil bekas di showroom karena bisa mendapat fasilitas pembiayaan atau kredit. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur Direktur Utama PT Balai Lelang Serasi (Ibid), Daddy Doxa Manurung, mengatakan, opsi kredit tersebut belum sepenuhnya umum. “Biasanya kalau mereka beli ke showroom bisa kredit, nah kalau dilelang itu mungkin masih, ya ada yang satu-dua menawarkan kredit, tapi masih dominan itu bayar langsung total semua, mungkin itu sih," kata Doxa kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain soal pembayaran, kondisi kendaraan juga menjadi pertimbangan. Unit yang dijual di showroom umumnya sudah melalui proses perbaikan, detailing, dan siap digunakan. Sementara mobil lelang biasanya dilepas sesuai kondisi, sehingga membutuhkan biaya tambahan untuk perbaikan. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur "Lalu di showroom mungkin kondisinya udah siap (pakai), sudah bagus, sudah diperbaiki, segala macem gitu, terus bisa kredit,” kata Doxa. faktor tersebut, pelaku usaha seperti showroom mobil bekas lebih aktif mengikuti lelang. Para pedagang akan membeli dalam jumlah besar, memperbaiki kendaraan, lalu menjual kembali dengan skema yang lebih mudah bagi konsumen, termasuk kredit. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang