JAKARTA, KOMPAS.com — Lelang mobil kini semakin dilirik sebagai alternatif mendapatkan kendaraan bekas dengan harga yang kompetitif. Meski begitu, ada anggapan bahwa lelang hanya diikuti pelaku usaha, seperti showroom atau pedagang mobil bekas. Padahal, masyarakat umum juga bisa ikut dan mendapatkan mobil sesuai kebutuhan. Direktur Utama PT Balai Lelang Serasi (Ibid), Daddy Doxa Manurung, menjelaskan, masih banyak masyarakat yang ragu karena terpengaruh persepsi lama bahwa lelang hanya untuk kalangan tertentu. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur Padahal, menurutnya, prosesnya kini lebih terbuka dan mudah diakses siapa saja. "Ya, dari dulu pandangan itu selalu muncul, tapi sebenarnya tidak benar. Lelang itu seharusnya bisa diikuti siapa saja. Beli satu unit pun bisa, perorangan juga bisa," kata Doxa kepada Kompas.com, Senin (29/12/2025). "Hanya saja memang saat ini yang masih dominan adalah pembeli dari showroom, mereka membeli untuk mengisi stok kendaraan. Jadi mungkin karena itu citra tersebut masih terlihat kuat," ujarnya. Balai lelang saat ini sudah memiliki sistem yang transparan dan mudah diikuti. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur Informasi kendaraan, kondisi unit, hingga prosedur pembelian disampaikan secara jelas. Dengan pilihan unit yang beragam, harga yang bersaing, serta proses yang semakin praktis, lelang bisa menjadi solusi menarik bagi masyarakat yang ingin membeli mobil bekas. Doxa menilai citra lelang hanya diikuti pelaku usaha karena memang sampai saat ini pembeli mobil lelang ialah perorangan. "Tapi sebenarnya bukan berarti tidak bisa," ujarnya. "Perorangan tetap bisa ikut lelang. Hanya saja citra bahwa lelang itu untuk showroom masih kuat karena hampir 90 persen pembeli saat ini memang berasal dari showroom,” ujar Doxa. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang