Subaru Indonesia mengungkapkan bahwa pasar mereka di Tanah Air tidak hanya bertumpu pada konsumen lama, tetapi juga penggemar berkendara yang mencari pengalaman menyetir berbeda. Irhan Farhan, General Manager Marketing, PR, dan CRM Subaru Indonesia, menjelaskan bahwa saat ini Subaru sudah memiliki basis pelanggan setia yang cukup solid, atau yang biasa disebut Subarist. “Target segmen Subaru itu ada Subarist, yang memang sudah convert dari tahun 2010 sudah beli Subaru, itu ada 2.000 orang mereka sudah dengan sendirinya beli Subaru,” ujar Irhan, kepada Kompas.com, Selasa (27/1/2026). Selain itu, Subaru juga menyasar konsumen yang sudah lebih dulu mengenal merek tersebut lewat pengalaman tinggal atau menempuh pendidikan di luar negeri. Hal ini tak terlepas dari market Subaru yang cukup besar di global. “Kemudian orang-orang yang sudah familiar dengan Subaru, mereka yang sekolah di Amerika atau Australia, mereka sudah familiar dengan Subaru,” kata Irhan. Namun, menurut dia, potensi pasar terbesar justru datang dari kelompok yang lebih luas, yakni masyarakat umum yang gemar mengemudi dan melakukan perjalanan jauh. Subaru Forester di GIIAS 2024 “Ketiga ini memang yang 97 persen target market yang umum. Kami bagi dua, ada yang suka nyetir suka roadtrip, dan ada juga yang bukan pencinta mobil, mereka maunya murah. Dan ini bukan target market kita,” ucap Irhan. Ia menambahkan, Subaru memang tidak menargetkan konsumen yang hanya mencari kendaraan murah untuk kebutuhan dasar. Fokus utama justru pada mereka yang menikmati proses berkendara. “Tapi untuk yang suka nyetir, ini target market kita,” ujarnya. Sayangnya, Irhan menilai masih banyak calon konsumen potensial yang belum memahami karakter dan nilai yang ditawarkan Subaru. “Sayangnya 97 persen belum terasosiasi dengan value Subaru itu. Mereka masih berpikir kalau Subaru itu buat rally atau off-road,” kata Irhan. Padahal, menurutnya, Subaru juga mengedepankan kenyamanan, kestabilan, dan rasa aman untuk penggunaan harian maupun perjalanan jauh, bukan semata-mata untuk kebutuhan reli atau medan berat. Karena itu, ke depan Subaru Indonesia berupaya memperluas edukasi pasar agar citra merek tidak lagi terbatas pada mobil reli atau kendaraan off-road, tetapi juga sebagai mobil yang menyenangkan untuk dikendarai sehari-hari. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang