Penggunaan Subaru Forester di jalan perkotaan memberikan kesan yang cukup seimbang antara kenyamanan dan performa. Karakternya terasa ramah untuk penggunaan harian, terutama saat menghadapi kondisi lalu lintas yang padat. Saat digunakan dalam skenario stop and go, respons mesin 2.500 cc terasa halus dan tidak agresif. Penyaluran tenaga berlangsung linear, sehingga mobil tetap nyaman dikendarai tanpa gejala hentakan yang mengganggu, terutama di kecepatan rendah. Secara spesifikasi, mesin 2.5 liter yang digunakan mampu menghasilkan tenaga 185 PS atau sekitar 182,5 TK, dengan torsi puncak 247 Nm. Memang tidak terlalu eksplosif, tetapi lebih mengutamakan konsistensi tenaga di berbagai kondisi. Salah satu keunggulan mobil ini ada pada penggunaan mesin boxer. Secara karakter, mesinnya terasa lebih halus dengan getaran yang minim, terutama saat mobil berjalan pelan di kemacetan. Subaru Forester Posisi mesin yang lebih rendah juga membuat pusat gravitasi mobil ikut turun, sehingga mobil terasa lebih stabil saat bermanuver. Efeknya cukup terasa saat berkendara di dalam kota. Mobil tidak hanya nyaman saat berjalan perlahan, tetapi juga tetap terasa mantap ketika diajak berpindah jalur atau melakukan manuver cepat di kecepatan menengah. Saat pedal gas diinjak lebih dalam, Forester masih mampu memberikan akselerasi yang cukup responsif. Mesin Subaru Forester Berdasarkan pengujian menggunakan alat Racelogic, mobil ini mencatatkan akselerasi 0-60 kilometer per jam dalam 5,2 detik dan 0-100 kilometer per jam di angka 10,7 detik. Angka tersebut tergolong cukup untuk ukuran SUV besar. Karakter ini terasa relevan saat berkendara di dalam kota, seperti ketika harus menyusul kendaraan lain atau masuk ke celah lalu lintas. Tenaga yang tersedia tidak berlebihan, tetapi cukup untuk memberikan rasa percaya diri. tes akselerasi Subaru Forester Dari sisi kenyamanan, suspensi menjadi salah satu poin kuat. Kombinasi MacPherson strut di depan dan double wishbone di belakang mampu meredam permukaan jalan yang tidak rata dengan baik. Polisi tidur dan jalan bergelombang bisa dilalui tanpa guncangan berlebih di dalam kabin. Handling juga terasa stabil, bahkan saat bermanuver di kecepatan menengah. Sistem kemudi electric power steering dengan dual-pinion memberikan respons yang cukup presisi, namun tetap ringan saat digunakan di kecepatan rendah, seperti saat parkir atau putar balik. Selain itu, visibilitas yang luas turut membantu pengalaman berkendara di perkotaan. Pandangan ke depan dan samping terasa lega, sehingga memudahkan saat menghadapi persimpangan atau kondisi lalu lintas yang padat. Tingkat keheningan kabin juga mendukung kenyamanan. Suara dari luar cukup teredam, membuat suasana berkendara terasa lebih santai, bahkan saat melintas di jalan dengan kondisi ramai. Secara keseluruhan, Subaru Forester menawarkan pengalaman berkendara yang nyaman, mudah dikendalikan, dan cukup responsif untuk kebutuhan harian di perkotaan. Kombinasi mesin boxer dan setelan suspensi membuatnya terasa berbeda dibanding SUV sekelasnya, terutama dalam hal stabilitas dan kehalusan berkendara. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang