Perjalanan mudik Lebaran selalu memiliki cerita tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Selain menjadi momen berkumpul bersama keluarga, perjalanan menuju kampung halaman juga sering diwarnai berbagai tantangan. Mulai dari perjalanan panjang hingga 6–12 jam, kemacetan yang mengular, hingga kondisi cuaca yang tidak selalu bersahabat. Data arus mudik Lebaran 2025 mencatat sekitar 1.477 kasus kecelakaan lalu lintas secara nasional dengan 223 korban meninggal dunia. Meski jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya, perjalanan jarak jauh tetap menyimpan risiko yang tidak bisa dianggap sepele. Melihat kondisi tersebut, teknologi kendaraan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Adrian Quintano - Subaru Adrian Quintano, Executive General Manager Subaru Indonesia, mengatakan bahwa berbagai teknologi tersebut dirancang untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan. “Perjalanan mudik adalah momen penting bagi keluarga Indonesia. Melalui kombinasi _Symmetrical All-Wheel Drive_, _Boxer Engine_, _Subaru Global Platform_, _Subaru EyeSight_, serta desain kursi ergonomis Jok Anti Pegal, kami ingin memastikan setiap perjalanan dilakukan dengan rasa aman, stabil, dan nyaman,” kata Adrian, di Jakarta Barat, Selasa (10/3/2026). Salah satunya ditawarkan oleh Subaru melalui filosofi berkendara yang mereka sebut sebagai _Peace of Mind_. Konsep ini diwujudkan melalui sejumlah teknologi utama, seperti _Symmetrical All-Wheel Drive_, _Boxer Engine_, _Subaru Global Platform_, _Subaru EyeSight_, hingga desain kursi ergonomis yang dikenal sebagai “Jok Anti Pegal”. Perjalanan mudik tidak selalu berlangsung di jalan tol mulus. Pengemudi juga kerap menghadapi kondisi jalan yang basah, licin, atau bahkan bergelombang. Untuk menjaga stabilitas kendaraan, Subaru mengandalkan teknologi _Symmetrical All-Wheel Drive_ (SAWD). Sistem ini menyalurkan tenaga secara seimbang ke keempat roda sehingga traksi tetap terjaga. Subaru Outback Teknologi tersebut bekerja bersama _Boxer Engine_ yang memiliki pusat gravitasi rendah. Posisi mesin yang lebih rendah membantu meningkatkan keseimbangan kendaraan serta mengurangi gejala _body roll_ saat bermanuver. Kombinasi keduanya dirancang untuk memberikan pengendalian kendaraan yang lebih stabil dan presisi, terutama saat kondisi lalu lintas meningkat selama musim mudik. Selain sistem penggerak, Subaru juga mengandalkan _Subaru Global Platform_ sebagai fondasi utama kendaraan. Struktur rangka ini dirancang memiliki rigiditas tinggi sehingga mampu meningkatkan stabilitas, respons kemudi, sekaligus perlindungan bagi penumpang. Platform tersebut juga membantu meredam getaran dari permukaan jalan yang tidak rata. Hasilnya, kabin terasa lebih tenang dan nyaman saat digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Dalam perjalanan panjang, konsentrasi pengemudi sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika menghadapi kondisi lalu lintas yang padat. Untuk membantu pengemudi, Subaru menghadirkan teknologi _EyeSight Driver Assist_. Sistem ini menggunakan kamera stereo untuk memantau kondisi lalu lintas di depan kendaraan. Beberapa fitur yang tersedia antara lain _Pre-Collision Braking_, _Adaptive Cruise Control_, _Lane Departure Warning_, serta _Lane Keep Assist_. Teknologi tersebut membantu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan serta mengurangi potensi kecelakaan selama perjalanan. Selain stabilitas dan keselamatan, Subaru juga menaruh perhatian pada faktor kenyamanan. Desain kursi ergonomis Subaru dikembangkan untuk menopang postur tubuh pengemudi dan penumpang secara optimal selama perjalanan panjang. Struktur kursi dirancang untuk mendistribusikan tekanan tubuh secara merata, sehingga membantu mengurangi kelelahan pada punggung dan pinggang. Hal ini menjadi penting mengingat perjalanan mudik bisa berlangsung berjam-jam KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang