JAKARTA, KOMPAS.com - Subaru Forester terbaru datang dengan bekal prestasi global. Model ini baru saja menyandang predikat Japan Car of The Year 2025-2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu SUV terbaik di kelasnya. Namun, terdapat perbedaan spesifikasi antara versi Jepang dan Indonesia. Di pasar Jepang, Forester sudah menggunakan mesin Boxer Hybrid, sementara model yang dipasarkan di Indonesia mengandalkan mesin bensin konvensional 2,5L. Saya berkesempatan menguji langsung unit ini selama beberapa hari. Pengujian dilakukan tidak hanya di tengah padatnya lalu lintas perkotaan, tetapi juga di jalur semi off-road untuk melihat kemampuan aslinya. Di Indonesia, Subaru Forester dipasarkan dengan harga Rp 735.500.000 (OTR Jabodetabek). Dengan banderol tersebut, mobil ini menawarkan kombinasi kenyamanan, fitur keselamatan modern, serta kemampuan melibas berbagai kondisi jalan. Eksterior Interior Subaru Forester Dari sisi tampilan, Subaru Forester mempertahankan karakter SUV yang kuat dengan desain yang fungsional. Kesan gagah terlihat dari penggunaan body moulding di sekeliling bodi, over fender, serta pelek 18 inci yang dibalut ban profil cukup tebal. Sistem pencahayaan sudah menggunakan LED projector yang dilengkapi fitur Steering Responsive dan cornering light, membantu visibilitas saat berkendara malam hari. Selain itu, roof rail juga menambah kesan utilitarian sekaligus fungsional untuk kebutuhan membawa barang tambahan. Ground clearance 220 mm serta sudut approach dan departure yang tinggi mempertegas kemampuannya sebagai SUV yang siap diajak ke berbagai kondisi jalan. Subaru Forester Interior Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa dari desain dasbor yang minimalis. Hampir seluruh fungsi utama dipusatkan pada layar sentuh berukuran 11,6 inci yang menjadi pusat kendali berbagai fitur kendaraan. Kabin terasa lega berkat dimensi besar dan jarak sumbu roda 2.670 mm. Ruang kaki dan kepala cukup lapang untuk lima penumpang, terutama di baris kedua yang sudah dilengkapi armrest, ventilasi AC, serta port USB dan Type-C. Subaru Forester Kenyamanan juga didukung kursi depan dengan desain Ergonomic Medical Seat yang membantu menopang postur tubuh, terutama saat perjalanan jauh. Selain itu, panoramic sunroof membuat kabin terasa lebih terang dan lapang secara visual. Peningkatan peredaman juga terasa, dengan kabin yang lebih senyap, terutama di baris kedua. Fitur Dari sisi fitur, Forester dibekali teknologi yang cukup lengkap dengan fokus pada keselamatan. Sistem EyeSight generasi terbaru hadir dengan tambahan kamera sudut lebar, meningkatkan kemampuan deteksi obyek di depan kendaraan. Fitur keselamatan lainnya mencakup Reverse Auto Braking, Driver Monitoring System, serta Emergency Driving Stop System yang dapat menghentikan kendaraan secara otomatis dalam kondisi darurat. Konsumsi BBM Subaru Forester Kemudahan penggunaan juga didukung berbagai fitur praktis, seperti power back door dengan sensor kaki, spion otomatis saat mundur, hingga wireless charging. Sistem hiburan mengandalkan head unit 11,6 inci yang terintegrasi dengan 11 speaker Harman Kardon, menghadirkan kualitas audio yang imersif di dalam kabin. Impresi Berkendara Saat digunakan di perkotaan, Forester menawarkan karakter berkendara yang nyaman dan mudah dikendalikan. Mesin 2.5 liter menghasilkan tenaga 185 PS atau sekitar 182,5 TK dengan torsi 247 Nm. Penyaluran tenaga terasa linear dan halus, khas mesin boxer Subaru. Getaran yang minim membuat mobil nyaman digunakan dalam kondisi setop and go, sementara posisi mesin yang rendah membantu meningkatkan stabilitas. Berdasarkan pengujian menggunakan Racelogic, akselerasi 0-60 km per jam tercatat 5,2 detik dan 0-100 km per jam 10,7 detik. Cukup untuk kebutuhan harian, terutama saat harus berakselerasi di sela lalu lintas. Handling terasa stabil berkat kombinasi suspensi MacPherson strut di depan dan double wishbone di belakang. Sistem kemudi juga cukup presisi, namun tetap ringan saat digunakan di kecepatan rendah. Saat diajak ke jalur semi off-road, kemampuan Forester cukup terasa. Sistem Symmetrical AWD bekerja menjaga distribusi tenaga ke keempat roda secara seimbang, memberikan traksi yang konsisten di berbagai permukaan. Fitur X-Mode juga membantu saat melintasi medan licin atau tidak rata. Sistem ini mengatur respons mesin, transmisi, dan pengereman agar roda tidak kehilangan traksi. Konsumsi BBM Untuk konsumsi bahan bakar, Subaru Forester mencatat angka 11 liter per 100 Km di jalur campuran. Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan sekitar 9,1 Km per liter. Pengujian dilakukan dalam kondisi penggunaan normal tanpa mode hemat, dengan tiga penumpang dan seluruh fitur aktif. Rute yang dilalui mencakup kemacetan perkotaan hingga jalan yang lebih lancar. Penggunaan sistem Symmetrical AWD yang aktif di keempat roda turut memengaruhi konsumsi bahan bakar. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong wajar untuk SUV bermesin 2.5 liter dengan sistem penggerak all-wheel drive. Secara keseluruhan, Subaru Forester menawarkan paket lengkap sebagai SUV harian yang nyaman, stabil, dan tetap memiliki kemampuan saat diajak keluar dari jalan aspal. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang