Mobil listrik dikenal serba instan. Tenaga datang seketika, tanpa perpindahan gigi, tanpa suara mesin, dan tanpa drama.Praktis memang, tapi bagi sebagian penggemar otomotif, sensasi berkendara jadi terasa terlalu hambar. Subaru rupanya ingin mengubah persepsi itu dengan mengembangkan transmisi manual untuk mobil listrik. Mengutip laporan CarBuzz, Subaru tengah menyiapkan teknologi simulated manual transmission untuk kendaraan listrik dan hybrid.Teknologi ini terungkap lewat dokumen paten yang menunjukkan penggunaan tuas persneling model H-pattern dan pedal kopling, meski tanpa transmisi manual mekanis seperti pada mobil bermesin bensin.Perlu dicatat, sistem ini bukan transmisi manual konvensional dengan rangkaian roda gigi. Seluruh prosesnya berbasis elektronik.Tuas persneling dan pedal kopling hanya berfungsi sebagai input, yang kemudian diterjemahkan oleh modul kontrol untuk mengatur karakter torsi motor listrik.Saat pengemudi "memindahkan gigi", sistem akan membatasi atau melepas tenaga motor agar terasa seperti terjadi perpindahan rasio.Menariknya, pedal kopling tetap memegang peran penting. Dalam paten tersebut, Subaru menggambarkan bahwa mobil hanya bisa mulai bergerak jika pedal kopling ditekan, menyerupai prosedur mobil manual pada umumnya.Bahkan, sistem ini dirancang untuk mencegah mobil melaju tidak terkendali jika urutan pengoperasian kopling dan tuas tidak sesuai.Subaru juga menyematkan fleksibilitas penggunaan. Sistem ini disebut memiliki mode manual dan mode otomatis. Saat mode manual aktif, pengemudi bisa menikmati sensasi "main gigi" sepenuhnya.Namun ketika ingin berkendara santai atau menghadapi kemacetan, pengemudi dapat beralih ke mode otomatis layaknya mobil listrik biasa.Mobil listrik Subaru Solterra Foto: Muhammad Hafizh GemilangPengembangan teknologi ini seolah menjadi jawaban atas kritik terhadap EV yang dianggap terlalu mudah dikendarai dan minim keterlibatan pengemudi.Bagi Subaru, yang selama ini dikenal dengan karakter driver oriented, menghadirkan kembali elemen manual di era elektrifikasi bisa menjadi pembeda sekaligus daya tarik emosional.Meski demikian, Subaru belum mengungkapkan kapan teknologi ini akan diproduksi massal atau model apa yang pertama kali akan menggunakannya.Seperti banyak paten lainnya, sistem ini masih berada pada tahap konsep dan pengembangan. Subaru sendiri belum mengeluarkan rilis resmi terkait pengembangan transmisi yang sedang mereka rancang.