JAKARTA, KOMPAS.com — Balai lelang mobil bekas selama ini masih identik sebagai tempat berburu mobil bagi para pedagang. Padahal, lelang sebenarnya bisa diikuti siapa saja, termasuk konsumen perorangan. Meskipun demikian, Direktur Utama PT Balai Lelang Serasi (IBID), Daddy Doxa Manurung, tidak menampik bahwa hingga saat ini mayoritas peserta lelang memang masih didominasi oleh pedagang mobil bekas. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur "Citra bahwa lelang lebih banyak untuk pedagang masih cukup kuat, karena hampir 90 persen pembeli kami memang showroom. Sementara itu, pembeli individual mungkin sekitar 10 persen," kata Doxa kepada Kompas.com, belum lama ini. Doxa mengatakan, karakter pembeli mobil lelang perorangan sebetulnya cukup terbaca. Pembeli tipe ini biasanya baru kembali datang setelah dua atau tiga tahun untuk membeli mobil lagi. Sentra Lelang baru Ibid di Jakarta Timur "Biasanya mereka membeli satu unit saja, lalu kembali lagi 2–3 tahun kemudian. Mereka sudah paham mekanisme lelang dan siap ikut bidding," ujarnya. Satu hal yang ditekankan Doxa, anggapan bahwa lelang hanya untuk pedagang sebetulnya tidak benar. Lelang terbuka bagi semua kalangan, termasuk konsumen individu yang ingin mencari alternatif membeli mobil bekas. "Ya, dari dulu anggapan itu selalu muncul, tetapi sebenarnya itu tidak benar. Lelang itu bisa diikuti oleh siapa saja. Beli satu unit pun bisa, konsumen perorangan juga bisa," katanya. Hanya saja, karena mayoritas transaksi masih berasal dari showroom untuk kebutuhan stok, citra tersebut masih terus melekat di masyarakat. Meskipun begitu, peluang konsumen perorangan untuk ikut serta tetap terbuka lebar, apalagi bagi mereka yang ingin mendapatkan mobil dengan harga kompetitif dan memahami proses lelang. Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang