Minat terhadap mobil bekas di Indonesia terbilang tinggi, terutama karena harganya lebih terjangkau dibanding mobil baru. Namun di balik peluang tersebut, masih banyak calon konsumen yang diliputi rasa ragu sebelum memutuskan membeli. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Dalam praktik di lapangan, ada sejumlah persoalan yang kerap menjadi sumber kecemasan, mulai dari kondisi kendaraan hingga potensi penipuan. Pemilik Otospector, Jeffrey Andika, menyebut bahwa setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat konsumen masih waswas saat berburu mobil bekas. Pertama adalah soal kondisi kendaraan. Layanan inspeksi mobil bekas Otospector Tidak sedikit mobil yang secara tampilan terlihat baik, namun menyimpan riwayat yang tidak diketahui pembeli, seperti pernah mengalami kecelakaan atau terendam banjir. “Secara visual terlihat normal, tapi ternyata ada riwayat tabrakan atau masalah lain yang tidak langsung terlihat,” ujar Jeffrey di Jakarta, Kamis (30/4/2026). Kedua, minimnya dukungan purnajual. Berbeda dengan mobil baru yang umumnya dilengkapi garansi resmi dari pabrikan, mobil bekas sering kali dijual tanpa perlindungan tambahan. Hal ini membuat konsumen harus menanggung sendiri risiko jika terjadi kerusakan setelah pembelian. Faktor ketiga adalah potensi penipuan dan persoalan dokumen. Kasus penjualan mobil dengan identitas tidak jelas, hingga praktik manipulasi data kendaraan, masih menjadi kekhawatiran tersendiri di pasar mobil bekas. Kombinasi dari ketiga faktor tersebut membuat sebagian masyarakat cenderung berhati-hati, bahkan menunda keputusan untuk membeli mobil bekas. Di sisi lain, berbagai upaya mulai bermunculan untuk menjawab persoalan tersebut, seperti layanan inspeksi independen hingga penyediaan garansi tambahan. Tujuannya adalah memberikan transparansi dan rasa aman lebih bagi konsumen. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengecekan kondisi kendaraan serta legalitas dokumen, diharapkan kepercayaan terhadap pasar mobil bekas dapat terus membaik seiring waktu. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang