Aspal Sirkuit Suzuka Sirkuit Suzuka kembali menjadi sorotan, bukan karena balapan, melainkan rencana penjualan potongan aspal lintasan legendarisnya. Aspal tersebut menyimpan sejarah panjang dunia balap, termasuk salah satu tragedi paling dikenang dalam balap motor, kecelakaan fatal Daijiro Kato. Pengelola Suzuka Circuit mengumumkan akan menjual potongan aspal hasil pengaspalan ulang West Course. Aspal ini berasal dari lintasan yang selama puluhan tahun menjadi arena berbagai ajang balap internasional.Suzuka dikenal sebagai sirkuit ikonik Jepang yang kerap menghadirkan momen bersejarah. Dari duel penentuan gelar Formula 1 hingga balapan ketahanan motor kelas dunia, lintasan ini memiliki nilai historis tinggi. Namun di balik reputasinya, Suzuka juga menyimpan memori kelam. Salah satu peristiwa paling tragis terjadi pada MotoGP Jepang 2003, saat pembalap tuan rumah Daijiro Kato mengalami kecelakaan fatal.Kato terjatuh keras di tikungan 130R pada lap pembuka balapan. Ia mengalami cedera parah di bagian kepala dan leher, sebelum akhirnya meninggal dunia dua minggu kemudian. Insiden tersebut menjadi titik balik dalam sejarah Suzuka. Sejak kecelakaan itu, MotoGP tidak lagi menggelar balapan di sirkuit ini karena dianggap terlalu berisiko untuk motor. Daijiro Kato Meski MotoGP absen, Suzuka tetap menjadi tuan rumah ajang balap motor Suzuka 8 Hours. Balapan ketahanan ini masih dianggap sebagai salah satu yang paling prestisius di kalender dunia.Aspal yang kini dijual berasal dari lintasan yang sama, tempat berbagai kejayaan dan tragedi pernah terjadi. Disadur VIVA Otomotif dari Jalopnik, Senin 5 Januari 2026, bentuknya berupa potongan silinder hasil pengeboran vertikal, mirip sampel inti tanah.Pengambilan sampel seperti ini lazim dilakukan sebelum pengaspalan ulang. Selain untuk keperluan teknis, potongan tersebut kini dialihfungsikan menjadi memorabilia bersejarah.Langkah Suzuka ini mengikuti tradisi sejumlah sirkuit legendaris dunia. Indianapolis Motor Speedway misalnya, juga dikenal menyimpan lapisan lintasan berusia lebih dari satu abad.Bagi kolektor dan penggemar balap, potongan aspal Suzuka bukan sekadar benda mati. Ia merepresentasikan fragmen sejarah motorsport yang sarat emosi.Aspal tersebut menjadi saksi bisu kecepatan ekstrem, keberanian pembalap, serta risiko besar di balik dunia balap. Termasuk tragedi yang mengakhiri karier dan hidup salah satu ikon balap Jepang.