Direksi MotoGP merilis pernyataan resmi terkait sejumlah masalah lintasan yang terjadi pada MotoGP Brasil, di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, akhir pekan lalu. Dalam pernyataan tersebut, ada dua persoalan utama yang disorot, yakni munculnya lubang ambles pada Sabtu jelang sprint race, serta penurunan kualitas aspal saat balapan utama hari Minggu, khususnya di tikungan 11 dan 12. Masalah pertama terjadi sehari sebelum sprint race, ketika lintasan mengalami kerusakan cukup serius akibat amblesnya permukaan aspal. Insiden ini sempat membuat jalannya sesi tertunda. Direksi balapan menjelaskan, lubang ambles pada Sabtu terjadi akibat sistem pembuangan lama yang tidak terdokumentasi yang runtuh di bawah permukaan lintasan. “Setelah tantangan pada permukaan lintasan selama Grand Prix Brasil, pihak sirkuit dan promotor balapan telah melakukan investigasi terhadap penyebabnya, termasuk curah hujan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang berdampak pada pekerjaan akhir dan berkontribusi terhadap masalah lintasan," tulis pernyataan dikutip dari Crash, Rabu (25/3/2026). “Pada Sabtu, kerusakan signifikan pada lintasan muncul akibat runtuhnya sistem pembuangan lama yang tidak terdokumentasi di bawah permukaan," katanya. “Masalah tersebut, yang beruntung berada di luar racing line, segera ditangani dan diperbaiki berkat respons cepat dari pihak sirkuit, sehingga aktivitas lintasan dapat dilanjutkan pada hari yang sama," tulis keterangan. Sementara itu, masalah kedua muncul saat balapan utama hari Minggu. Sejumlah pebalap mengeluhkan kondisi aspal yang memburuk, terutama di sektor tikungan 11 dan 12. Kerusakan aspal yang terjadi pada Minggu di tikungan 11 dan 12 disebut “disebabkan oleh panas signifikan serta aktivitas lintasan” dari sesi kualifikasi Moto2, pemanasan MotoGP, serta balapan Moto3 dan Moto2. Pebalap Spanyol dari Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, beraksi dalam Sprint Race MotoGP Brasil di Sirkuit Internasional Ayrton Senna di Goiania, negara bagian Goias, Brasil, pada 21 Maret 2026. (Foto oleh EVARISTO SA / AFP) “Pada Minggu, degradasi aspal secara lokal yang disebabkan oleh panas tinggi dan aktivitas lintasan mulai terlihat setelah Grand Prix Moto2 selesai," tulis pernyataan. Hal itu membuat jumlah lap balapan utama akhirnya dipotong dari semula 31 lap menjadi 23 lap. “Meskipun seluruh agregat berlebih telah dibersihkan sebelum Grand Prix MotoGP, masih terdapat risiko kecil terjadinya kerusakan permukaan lintasan selama balapan MotoGP berlangsung," katanya. “Staf sirkuit bekerja hingga mendekati waktu start yang dijadwalkan untuk menyiapkan lintasan, namun demi keselamatan, direksi balapan memutuskan untuk mengurangi jumlah lap menjadi 23 lap (75 persen dari jarak balapan semula)," katanya. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang