Yamaha kembali mendapatkan hasil kurang memuaskan di seri lanjutan MotoGP akhir pekan lalu.Posisi terbaik Yamaha di sesi kualifikasi ditorehkan oleh Alex Rins yang berhasil meraih peringkat 12. Sisanya, Jack Miller menempati posisi 16, Quartararo 17, dan pebalap baru mereka Toprak Razgatlioglu di posisi 20.Hasil di Sprint dan balap utama MotoGP Italia 2026 juga tak jauh dari kualifikasi. Jack Miller jadi wakil tercepat Yamaha di posisi 15 dan Toprak di belakangnya, 16. Quartararo berada di posisi dua terakhir, 18, dan Alex Rins tak dapat menyelesaikan balap. Di tengah dominasi Ducati dan performa kompetitif Aprilia serta KTM, motor Yamaha YZR-M1 justru dinilai masih memiliki sejumlah kelemahan yang membuat pebalapnya kewalahan di Sirkuit Mugello.Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pebalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, usai Sprint Race MotoGP Italia, Sabtu (30/5).Dilansir dari Crash, menurut Rins, motor Yamaha masih mengalami masalah di berbagai aspek, mulai dari grip hingga kelincahan saat melibas tikungan."Masalahnya ada di grip belakang, grip depan, kemampuan berbelok. Motor ini terasa sangat berat," kata Rins.Mugello memang dikenal sebagai salah satu sirkuit yang menuntut motor memiliki keseimbangan baik antara tenaga mesin dan kemampuan menikung. Karakter lintasannya yang mengalir dengan banyak perubahan arah membuat motor yang sulit diajak berbelok akan kehilangan banyak waktu.LOMBOK, INDONESIA - OCTOBER 04: Alex Rins of Spain riding the Monster Energy Yamaha MotoGP bike (42) on the grid during the Sprint ahead of the MotoGP of Indonesia at Pertamina Mandalika Circuit on October 04, 2025 in Lombok, Indonesia. (Photo by Gold & Goose Photography/Getty Images) Foto: Getty Images/Gold & Goose PhotographyRins mengaku kondisi tersebut membuatnya kesulitan sepanjang akhir pekan. Bahkan, ia mulai khawatir menghadapi balapan utama yang berlangsung lebih panjang dibanding Sprint Race."Saya tidak tahu bagaimana saya akan menjalani balapan besok. Tangan saya sudah hancur sejak hari ini. Balapan besok akan sangat berat," ujarnya.Menariknya, Rins sebenarnya sempat tampil menjanjikan pada hari pertama setelah berhasil menembus sepuluh besar dan lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua (Q2).Namun saat sesi penentuan posisi start berlangsung, pebalap asal Spanyol itu justru harus puas berada di posisi paling belakang di Q2 atau menempati urutan ke-12 di grid.Rins mengaku frustrasi dengan situasi tersebut. Sebab, menurutnya ia sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya, namun hasil yang didapat masih belum sesuai harapan."Hari (Sabtu) ini kami memperbaiki catatan waktu dibanding kemarin. Tetapi setelah percobaan pertama, saya masuk ke garasi dan melihat catatan 1 menit 45 detik di layar," tutur Rins."Saya pikir itu cukup bagus, tetapi ternyata saya berada di posisi terakhir. Saat melihatnya saya benar-benar terkejut," lanjutnya.Menurut Rins, perasaan frustrasi muncul karena ia merasa sudah menggeber motor hingga batas maksimal."Itu sangat sulit untuk saya terima karena saya sudah mendorong motor sekeras mungkin. Saya selalu memberikan kemampuan maksimum.""Saya merasa cukup nyaman di sirkuit ini dan saya bisa membuat sedikit perbedaan dibanding rekan-rekan setim saya. Tetapi ketika Anda sudah memberikan segalanya dan tetap berada di posisi terakhir, itu sangat membuat frustrasi," lanjutnya.Pada Sprint Race, Rins juga tidak mampu banyak berkembang setelah terjebak di belakang pebalap KTM, Brad Binder.