Perubahan pola hidup selama bulan Ramadhan turut memengaruhi karakter pengendara motor di jalan. Kurang tidur, perubahan jam makan, serta adaptasi fisik di awal puasa membuat kondisi berkendara menjadi lebih menantang dibanding hari biasa. Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, saat berpuasa banyak orang mengalami gangguan pada pola istirahat harian. Konsumsi BBM All New Honda Vario 125 “Saat kita berpuasa itu sebagian orang mengalami yang namanya sedikit distorsi pada jam tidur atau jam istirahat,” kata Jusri kepada Kompas.com, belum lama ini. Selain itu, perubahan pola konsumsi pada awal Ramadhan juga memengaruhi kondisi tubuh. Menurut Jusri, perubahan tersebut berdampak langsung terhadap kemampuan fisik pengendara. “Kondisi ini akan mempengaruhi yang namanya stamina kita, ketahanannya, khususnya dalam konsentrasi dan fokusnya,” kata Jusri. Penurunan fokus membuat pengendara rentan mengalami kondisi seperti kehilangan kesadaran sesaat saat berkendara. Kejadian seperti itu seperti highway hypnosis, ketika hilang kesadaran sejenak. “Mereka bisa mengalami situasi highway hypnosis, dimana ketika mereka berkendara, mengalami kekosongan sesaat,” ujarnya. Tidak hanya faktor fisik, perubahan ritme tubuh juga berdampak pada stabilitas emosi di jalan. Jusri menjelaskan, anomali rutinitas selama puasa membuat sebagian orang lebih mudah tersulut emosi dan reaksi spontan. “Mereka mudah tersulut emosi, mudah terdistorsi. Sehingga mereka mudah naik darah, kadang-kadang berlaku impulsif tanpa sadar, tindakan spontan, marah mengambil keputusan dengan cepat tanpa analisa yang dalam,” kata Jusri. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang